11 Perusahaan Jepang Berkolaborasi Bangun Stasiun Hidrogen

Sebelas perusahaan di Jepang berkomitmen mempercepat pembangunan stasiun pengisian bahan bakar hydrogen berskala besar secara kolaboratif sesuai peta jalan pemerintah.
Sri Mas Sari | 20 Mei 2017 22:04 WIB
Salah satu mobil berbahan bakar hidrogen, Toyota Mirai - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Sebelas perusahaan di Jepang berkomitmen mempercepat pembangunan stasiun pengisian bahan bakar hydrogen berskala besar secara kolaboratif sesuai peta jalan pemerintah.

Mengutip newsroom.toyota.co.jp, sebelas perusahaan itu meliputi Toyota Motor Corporation, Nissan Motor Co., Ltd., Honda Motor Co. Ltd., JXTG Nippon Oil & Energy, Idemitsu Kosan Co., Ltd., Iwatani Corporation, Tokyo Gas Co., Ltd., Toho Gas Co. Ltd., Air Liquide Japan Ltd., Toyota Tsusho Corporation, and Development Bank of Japan Inc.

Komitmen itu sesuai dengan Peta Jalan Strategis untuk Sel Bahan Bakar dan Hidrogen dengan target 150 stasiun bahan bakar hydrogen dan 40.000 kendaraan menggunakan sel bahan bakar (fuel cell vehicle/FCV) pada 2020.

Nota kesepahaman dibuat berdasarkan ide bahwa perusahaan-perusahaan harus bekerja sama dan memainkan peran dalam pembangunan stasiun hidrogen untuk memperluas permintaan FCV dan memopulerkan FCV.

Secara khusus, 11 perusahaan juga harus mempunyai rencana membangun perusahaan baru tahun ini. Tujuannya, pertama, untuk mengupayakan secara mantap konstruksi stasiun hidrogen dengan menerapkan standard untuk mendukung proyek itu. Kedua, mengusahakan perluasan penggunaan FCV dan stasiun hidrogen mandiri untuk memangkas biaya.

Sebelas perusahaan tidak menutup kemungkinan memperluas partisipasi oleh perusahaan lain pada masa mendatang.

Tag : Mobil Hidrogen
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top