Aliansi Mitsubishi-Nissan Diperluas, Begini Implementasinya di Indonesia!

Aliansi yang dijalin oleh Mitsubishi Motors Corp dan Nissan Motor Co terus berlanjut di Indonesia. Melalui anak usaha PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dan PT Nissan Motor Indonesia, dua perusahaan asal Jepang itu akan menyatukan pusat logistik.
Tegar Arief | 26 April 2017 14:42 WIB
Carlos Ghosn, Nissan dan Osamu Masuko, Mitsubishi.(Autoblog.com)

Bisnis.com, CIKARANG - Aliansi yang dijalin oleh Mitsubishi Motors Corp dan Nissan Motor Co terus berlanjut di Indonesia. Melalui anak usaha PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dan PT Nissan Motor Indonesia, dua perusahaan asal Jepang itu akan menyatukan pusat logistik.

Carlos Ghosn, Chairman of Mitsubishi Motors Corp and the Renault-Nissan Alliance mengatakan kedua perusahaan telah menjalin kesepakatan untuk menyatukan logistik untuk kebutuhan manufaktur di kawasan Asia Tenggara.

"Baru-baru ini kami membuat kesepakatan itu. Jadi melakukan kerja bersama dengan modal bersama. Ini akan lebih kompetitif. Tentu butuh modal yang cukup besar," katanya di sela-sela peresmian pabrik bari Mitsubishi di Cikarang, Selasa (25/4/2017).

Osamu Masuko, President and CEO Mitsubishi Motors Corp menambahkan kesepakatan tersebut saat ini telah berjalan, namun belum maksimal. Saat ini perusahaan hanya menyatukan rute dan angkutan distribusi dari pabrik ke jaringan penjualan.

Selain itu, penyatuan juga telah dilakukan oleh perusahaan di sektor pemeriksaan peralatan tang masih diimpor. Dia menambahkan, saat ini perusahaan masih membahas perluasan kerjasama di sektor logistik untuk pasar Indonesia, seperti penyatuan gudang penyimpanan, distribusi suku cadang, serta komponen kendaraan.

"Ini efektif untuk mengurangi biaya. Ke depan ada kemungkinan untuk mengembangkan kegiatan lain misalnya fasilitas di pelabuhan dan gudang-gudang yang kami miliki," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah menyediakan pelabuhan khusus untuk distribusi kendaraan bermotor, baik ekspor kendaraan utuh (completely built up/CBU), kendaraan terurai (completely knock down/CKD), maupun komponen.

Pada 2006 lalu, pemerintah membangun pelabuhan khusus di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara yang dikelola oleh PT Indonesia Kendaraan Terminal. Saat ini, kapasitas dari pelabuhan tersebut mencapai 750.000 unit per tahun.

Pengembangan terus dilakukan, dan ditargetkan akan mencapai sebanyak 2,5 juta unit kendaraan per tahun pada 2022 mendatang. Pelabuhan ini melayani ekspor impor seluruh produk yang berkaitan dengan otomotif.

Sementara itu, pada tahun lalu pemerintah juga menyiapkan Pelabuhan Patimban, di Subang, Jawa Barat. Tahap pertama, pelabuhan itu akan memiliki kapasitas sebanyak 242.500 CBU, dan akan mencapai angka maksimal yakni 485.000 CBU pada 2027 mendatang.

Patimban memiliki posisi yang cukup strategis karena berdekatan dengan pusat produksi otomotif yang kebanyakan berada di kawasan Karawang dan Purwakarta.

Tag : nissan, mitsubishi
Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top