Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Karsono Kwee, Sosok Tangan Dingin Dibalik Sukses Eurokars Group

PT.Eurokars Motor Indonesia (Eurokars Group), kelompok usaha dealer mobil premium, makin mengibarkan benderanya di jagat otomotif Indonesia dengan meraih kepercayaan sebagai distributor utama mobil Mazda dari manajemen Mazda Motor Corporation.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 16 Maret 2017  |  10:26 WIB
Karsono Kwee (kiri) bersama salah satu petinggi Mazda Motor Corporation/foto: Bisnis - Yusran Yunus)
Karsono Kwee (kiri) bersama salah satu petinggi Mazda Motor Corporation/foto: Bisnis - Yusran Yunus)

Bisnis.com, JAKARTA - PT.Eurokars Motor Indonesia (Eurokars Group), kelompok usaha dealer mobil premium, makin mengibarkan benderanya di jagat otomotif Indonesia dengan meraih kepercayaan sebagai distributor utama mobil Mazda dari manajemen Mazda Motor Corporation.

Kemitraan antara PT.Eurokars Motor Indonesia dengan Mazda Motor Corporation (MMC) efektif terhitung 1 Februari lalu dan
secara resmi diluncurkan pada 14 Maret lalu, sekaligus dirangkaikan dengan peluncuran 5 model terbaru Mazda di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski.

Sejak didirikan pada tahun 1985, Eurokars Group telah tumbuh menjadi salah satu kelompok otomotif terkemuka di Asia. Sebagai distributor mobil swasta terbesar di Singapura, Eurokars Group mengelola lima merek mobil premium yakni Porsche, Rolls-Royce, MINI, Mazda dan McLaren.

Di Indonesia, kelompok ini mewakili Porsche, Rolls-Royce, BMW, Mazda, Maserati dan 3M, produk kaca film untuk mobil dan komersial untuk seluruh kawasan di Indonesia.

Untuk memperkuat pertumbuhan dan ekspansi di kawasan regional, kelompok ini juga mengakuisisi saham dealer Rolls-Royce di Nanning, China dan memegang dealership Mazda di Perth, Australia.

Di acara peresmian tersebut, pendiri Eurokars Group sekaligus sebagai Executive Chairman of Eurokars Group, Karsono Kwee, mengisahkan betapa tidak mudahnya mendapat kepercayaan dari MMC.

Eurokars Group terlebih dulu membuktikan kinerjanya di Singapura dan Australia, dimana di dua negara ini Eurokars sukses besar melambungkan nama Mazda.

Di Singapura, Eurokars sukses membukukan penjualan Mazda sebanyak 7.091 unit di tahun lalu, terbesar ke-3 untuk kategori registrasi baru dan capaian itu menempatkan Mazda menguasai pangsa pasar sebesar 8%.

Sementara di Australia, penjualan Mazda menempati posisi terbesar ke-2 untuk segmen mobil penumpang dan sedan.

"Kesuksesan rekor penjualan yang kami raih sejak pengambilalihan distribusi mobil Mazda di Singapura pada tahun 2011
merupakan kesuksesan yang menjadi komitmen dan juga kami harus capai di Indonesia," kata Karsono.
Karsono Kwee (ketiga dari kiri) bersama jajaran direksi PT.Eurokars Motor Indonesia/foto: Bisnis/Yusran Yunus)

Tangan Dingin

Berbicara kesuksesan Eurokars, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari kisah tangan dingin Karsono membangun fondasi Eurokars dari awal di tahun 1985.

Di bawah kendali Karsono, pada 2014 Eurokars sukses membukakan omzet tahunan hampir US$500 juta, sebagaimana ditulis laman www.straitstimes.com.

Di usia yang masih belia, 20 tahun, Karsono sudah bisa membeli mobil bekas pertama kalinya, Opel Rekord dan di usia 22 tahun, membeli mobil baru pertama, Volkswagen Beetle.

Pada 1971, saat menginjakkan kakinya di Singapura, dia membeli Porsche pertamanya, Porsche 924, kemudian diikuti Porsche 911 dan Porsche 928. Dan pada 1982, dia membeli Rolls-Royce Silver Spirit sebagai mobil Rolls-Royce pertamanya.

Karena kecintaan dan kegemarannya mengoleksi mobil-mobil premium, ia akhirnya membentuk perusahaan waralaba bersama pemain besar seperti Cycle & Carriage, pabrikan asal Jerman. Dari sinilah, sukses Eurokars dimulai hingga sekarang.

Di tahun 2014, Karsono tercatat mengoleksi 25-30 unit mobil premium serta setengah lusin sepeda motor premium dengan jumlah yang terus berubah karena secara berkala dia menjual sebagian koleksi dan membeli beberapa model lain.

Koleksinya termasuk Saab 9-2 buatan tahun 1967 yang dibelinya senilai U$13 ribu sekitar 19 tahun silam serta menghabiskan dana US$100 ribu untuk biaya perbaikannya. Dia juga mengoleksi Rolls-Royce Silver Cloud buatan tahun 1964.

Karsono menyatakan,”Saya penggemar motor ketika remaja. Menjaga mobil mahal adalah pekerjaan sulit.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Eurokars Group
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top