BMW Gandeng Intel & Mobileye Kembangkan Mobil Self-Driving

Pabrikan mobil mewah, BMW, bersiap mengumumkan langkah strategis untuk membentuk sebuah aliansi dalam mengembangkan mobil dengan sistem self-driving.
Yusran Yunus | 02 Juli 2016 00:02 WIB
Logo BMW - Ilustrasi/walpapers111.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pabrikan mobil mewah, BMW, bersiap mengumumkan langkah strategis untuk membentuk sebuah aliansi dalam mengembangkan mobil dengan sistem self-driving.

Untuk merealisasikan program itu, BMW menggandeng mobileye, sebuah perusahaan yang memiliki spesialisasi dalam sistem deteksi tabrakan dan produsen computer chip ternama, Intel.

Kerja sama ketiga perusahaan tersebut nantinya akan memfokuskan untuk mengembangkan teknologi milik Mobileye yaitu melengkapi kendaraan yang dikemudikan oleh komputer dengan sistem refleks yang lebih baik tanpa melakukan 'driver input' sehingga menciptakan sebuah generasi baru untuk self-driving car di dekade berikutnya.

Rencananya, ketiga perusahaan besar tersebut yang diwakili oleh CEO BMW Harald Krueger, CEO Intel Brian Krzanich, dan Chairman sekaligus Chief Technology Officer Mobileye Amnon Shashua, menghadiri sebuah konferensi pers Jumat ini.

Saat ini para produsen otomotif dan perusahaan teknologi tengah menjalin kerja sama untuk mengkomersilkan proyek self-driving car setelah sejumlah perusahaan besar di Silicon Valley, seperti Google, Tesla dan Apple, diketahui telah menggelontorkan investasi besar di bidang tersebut.

Intel merupakan sebuah produsen chip komputer terbesar di dunia dan telah berusaha untuk masuk ke segmen chip otomotif dengan sejumlah rival seperti NXP, Renesas, Infineon, dan STMicroelectronics.

Mobileye adalah pemasok ternama untuk sistem sensor berbasis kamera yang digunakan dalam sistem asistensi pengemudi (driver assistance system) untuk kendaraan generasi terbaru.

Sistem tersebut digunakan untuk jalur yang berubah, mendeteksi mobil lain atau pejalan kaki dan diharapkan sistem ini dapat dikembangkan untuk mencakup fitur pemetaan dan sistem pengambilan keputusan otomatis.

Sementara itu, sejumlah manufaktur asal Jerman, para pemasok onderdil otomotif, dan pembuat sistem aplikasi peta seperti SINI dan TomTom, telah menyepakati sebuah standar yang akan mengatur bagaimana data jalan dan performa kendaraan dikirim dari mobil dengan koneksi sistem internet ke sejumlah sistem layanan online berbasis cloud yang dapat membantu manajemen jalan raya dan kendaraan secara otomatis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bmw

Sumber : Reuters

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top