Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pacu Penjualan, Mitsubishi Segera Luncurkan Mobil Baru

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, agen tunggal pemegang merek Mitsubishi, akan meluncurkan sejumlah produk baru dan penyegaran untuk mendongkrak penjualan kendaraan penumpang pada tahun ini di atas realisasi 2013 sebanyak 23.811 unit.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 08 Januari 2014  |  17:34 WIB
Pacu Penjualan, Mitsubishi Segera Luncurkan Mobil Baru
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA- PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, agen tunggal pemegang merek Mitsubishi, akan meluncurkan sejumlah produk baru dan penyegaran untuk mendongkrak penjualan kendaraan penumpang pada tahun ini di atas realisasi 2013 sebanyak 23.811 unit.

Duljatmono, Operation General Manager Marketing Division Krama Yudha Tiga Berlian Motor, (KTB) mengatakan untuk sementara belum bisa menyebutkan jenis dan varian kendaraan yang akan mengaspal pada 2014 kecuali satu tipe yaitu mobil hybrid Outlender PHEV.

“Proyeksi penjualan Mitsubishi pada 2014 sedang dihitung, yang tentunya lebih besar dari tahun lalu, termasuk produk baru yang akan kami luncurkan,” katanya seusai acara pengundian hadiah program Mitsubishi Spektakuler di Jakarta, Rabu (8/1/2014).

Menurutnya KTB sudah mendapatkan lampu hijau dari prinsipal Mitsubishi Motors Corporation untuk meluncurkan kendaraan hybrid bermesin bensin dan listrik Outlender PHEV pada 2014, terutama jika mendapat dukungan infrastruktur stasiun pengisian listrik dari pemerintah.

Kehadiran Outlender PHEV dan produk terbaru dan penyegaran dari Mitsubishi, lanjutnya, cukup efektif untuk mendokrak penjualan diatas reralisasi 2013 sebanyak 23.811 unit yang antara lain terdiri dari Mirage sebanyak 6.183 unit, Pajero Sport 12.908 unit dan Outlender Sport 4.706 unit.

“Kontribusi penjualan kendaraan penumpang sebanyak 23.811 unit atau sebesar 15,1% dari total penjualan Mitsubishi itu diharapkan dapat ditingkatkan lebih besar lagi pada tahun ini,” ujarnya.

Dia mengatakan strategi untuk mendongkrak penjualan Mitsubishi pada tahun ini, diantaranya dilakukan dengan memperluas jaringan pemasaran dan penambahan diler layanan terpadu yang kini berjumlah 222 unit tersebar di seluruh Indonesia.

Pengembangan jumlah diler sales, service dan spare part tersebut akan difokuskan di pulau Jawa dan Sumatera yang selama ini menjadi basis penjualan Mitsubishi dan Fuso yang terbesar di Tanah Air.

Selain itu, lanjutnya, juga digelar berbagai kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi konsumen seperti program Mitsubishi Spektakuler bagi pembeli kendaraan penumpang Mitsubishi pada periode Oktober-Desember 2013 dengan hadiah utama Outlender Sport PX.

Duljatmono juga mengungkapkan krisis politik yang terus memanas di Thailand tidak mengganggu pasokan kendaraan dan suku cadang Mitsubishi di Indonesia yang masih diimpor dari Negara Gajah Putih tersebut seperti Pajero Sport dan Mirage.

“Kami dapat memastikan kepada konsumen Mitsubishi bahwa pasokan kendaraan dan suku cadang dari Thailand tidak terganggu oleh sitasui politik yang memanas di negara tersebut,” ujarnya.

Dia menegaskan sejauh ini belum ada pengumuman dari pihak Mitsubishi Motors Thailand maupun otoritas negara tersebut yang menyatakan adanya gangguan pada industri otomotif akibat krisis politik, karena aktifitas industri tetap berlangsung seperti biasa.

Namun, lanjutnya, jika misalnya terjadi suatu kondisi terburuk yakni kegiatan industri otomotif terhenti akibat krisis politik seperti saat terjadi banjir bebarapa tahun yang lalu, maka konsumen tidak perlu khawatir karena KTB memiliki pasokan untuk tiga bulan berikutnya.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitsubishi mirage pt krama yudha tinga berlian motors outlender sport
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top