Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Volkswagen AG Optimistis Jual 9,5 Juta Unit

Produsen otomotif terbesar di Eropa, Volkswagen AG, optimistis mampu mencetak penjualan 9,5 juta kendaraan hingga akhir tahun.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 17 November 2013  |  16:00 WIB
Volkswagen AG Optimistis Jual 9,5 Juta Unit
Bagikan

Bisnis.com, WOLFBURG—Produsen otomotif terbesar di Eropa, Volkswagen AG, optimistis mampu mencetak penjualan 9,5 juta kendaraan hingga akhir tahun.

Keyakinan ini terpacu positifnya penjualan di sejumlah negara kawasan Eropa.

Selama Januari–Oktober 2013, Volkswagen mencatat penjualan 7,85 juta kendaran. Angka ini tumbuh 4,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penjualan tersebut meliputi sejumlah merek super premium Porsche, Bentley, dan Lamborghini. Performa sales terus dipacu hingga melampaui Toyota Motor Corporation dan General Motor Co. pada 2018 lebih dari 10 juta unit per tahun.

“Kami melihat tanda-tanda positif dari pasar di Perancis dan Spanyol sestabill Italia. Sedangkan kinerja distribusi di China masih menggembirakan,” ujar Kepala Penjualan Volkswagen Christian Klingler.

Bisnis VW di Negeri Tirai Bambu berkontribusi besar bagi kestabilan perusahaan mengimbangi penjualan di Eropa yang tertahan. Basis VW di China membukukan pertumbuhan sales 17% menjadi 2,65 juta sampai Oktober 2013 dibandingkan tahun lalu.

Produk terlaris ialah sport utility vehicle (SUV) Audi Q3 dan mobik kompak keluarga A3. Total penjualan Volkswagen secara global mencapai 4,88 juta unit atau naik 3,4% dibandingkan Januari-Oktober 2012. (ra)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vw Volkswagen AG

Sumber : Bloomberg

Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top