Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Outlander PHEV Dongkrak Penjualan Mitsubishi Tahun Depan

Bisnis.com, JAKARTA — Mitsubishi Motors Corporation (MMC) berharap peningkatan penguasaan pasar otomotif Indonesia pada tahun depan. Keinginan ini terdorong kehadiran varian baru sport utility vehicle (SUV) Mitsubishi Outlander bertenaga listrik
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 24 September 2013  |  05:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Mitsubishi Motors Corporation (MMC) berharap peningkatan penguasaan pasar otomotif Indonesia pada tahun depan. Keinginan ini terdorong kehadiran varian baru sport utility vehicle (SUV) Mitsubishi Outlander bertenaga listrik plus bensin alias hybrid.

Operating General Manager MMC Marketing Division Duljatmono mengatakan sebelum memboyong Outlander Plug-in Hybrid Electronic Vehicle (PHEV) perlu mempelajari minat konsumen terlebih dulu.

“Pertumbuhan market share tidak mudah. Kami belum pasang target [untuk tahun depan]. Tapi  kami berharap naik dibandingkan tahun ini,” tuturnya di sela gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS), Jakarta, Senin (23/9/2013).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) diketahi total penguasaan pasar (market share) Mitsubishi di Indonesia sebesar 12,86%. Persentase ini untuk periode Januari-Agustus dengan jumlah penjualan keseluruhan 101.922 unit.

Selama kurun waktu tersebut penjualan dari pabrikan ke diler (whole sales) SUV tercatat 12.104 unit. Volume ini berasal dari Mitsubishi Pajero Sport dan Outlander masing-masing laku 8.601 dan 3.503 unit.

Hingga penghujung Agustus, total penujualan segmen SUV di dalam negeri mencapai 45.968 unit. Sekitar 26,33% pasar kendaraan ini dikuasai produk Suzuki (12.104 unit) dari Pajero Sport dan Outlander.

“Kami ingin daya saing SUV kami, terutama Outlander meningkat. Kami inign produk yang ada sekarang bisa lebih luar diterima pasar,” ucap Duljatmono.

SUV Hybrid

Untuk mendongkrak penjualan SUV, MMC berencana merilis Outlender PHEV pada tahun depan. Tapi belum dapat dipastikan kapan SUV hybrid ini masuk ke Indonesia.

Kosei Tamaki selaku Executive General Manager MMC Marketing Division memastikan seri baru Outlander itu takkan merepotkan pengguna dalam mengisi ulang tenaga listrik di kendaraannya. Produk ini sudah dipasarkan di Jepang dan Eropa dan tak ada masalah dengan itu.

“Infrastruktur untuk isi ulang listriknya bisa dilakukan di rumah. Ini kami pastikan kompatibel dengan Indonesia. Dan ketika tenaga sudah berkurang maka mesin dengan sendirinya menjadi generator yang mengisikan kembali listrik,” katanya.

SUV hybrid ini memiliki dua baterai dan mesin bensin sebagai sumber tenaganya. Teknologi mesinnya perpaduan dari mobil listrik dari i-MiEV,  sistem 4WD dari Lancer Evolution dan keandalan Pajero.

Outlender PHEV dilengkapi teknologi Mitsubishi reinforced safety impact evolution (RISE) body. Fungsinya bukan semata mengurangi bobot kendaraan tapi juga memperkuat kekuatan strukturnya.

“Seperti Anda tahu, kekuatan kami ada di segmen SUV. Maka kami investasi ke sini. Produk baru akan datang, investasi juga. Tapi semua bertahap tidak bersamaan,” ujar Tamaki.

Harga Outlander PHEV di Jepang sekitar 4 juta yen. Nilai ini lebih mahal 50% dari seri Outlander sebelumnya. Untuk pasar Indonesia belum dapat dipastikan nilainya.

Baterai penggerak yang dipakai SUV hybrid ini adalah lithium-ion bekapasitas 80 sel dipasang dalam frame tertutup. Teganga totalnya 300 V dengan kemampuan penyimpanan total 12.0 kWh.

Outlander PHEV juga dibekali motor permanent magnet synchronous di dalam dan belakangnya. Output yang dihasilkan maksimum sebesar 60 kW pada masing-masingm motor.

Sedangkan torsi maksimum motor itu mencapai 137 Nm di depan dan 195 di belakang. Mobil ini juga ditopang mesin bensin 4B11 berkapasitas 2.0 L untuk menghasilkan listrik dalam mode hybrid guna memberi kekuatan awal di mode hybrid paralel.

Mobil Penumpang

Primadona Mitsubishi selain SUV adalah city car Mirage 1.200 cc transmisi manual dan otomatis. Penjualannya sebanyak 3.850 unit dengan penjualan terbanyak terjadi padaAgustus sejumlah 624 unit.

Duljatmono mengaku tak bisa membandingkan mana yang prospek bisnisnya lebih baik antara SUV dengan city car. Sebab, keduanya memiliki target konsumen yang berbeda.

“SUV kelasnya terus tumbuh. Di kelas Pajero tumbuh 20%. Sedangkan Mirage pasarnya berbeda, inipun tumbuh signifikan sekitar 60%. Pasar menerima Mirage dengan positif,” ujarnya.

Sampai akhir tahun, Mitsubishi mematok target penjualan sebesar 25.000 unit untuk kendaraan penumpang.  Berdasarkan perhitungan Bisnis mengacu kepada data Gaikindo, penjualan passenger car merek Mistubishi selama Januari-Agustus sebanyak 15.967 unit terdiri dari Lancer, Pajero, Outlander, dan Mirage.

“Kami tidak mematok target khusus untuk penjualan selama di IIMS. Tapi realisasi penjualan kami sampai kemarin [22 September 2013] sebanyak 350 unit, paling  favorit Pajero Sport sekitar 45%,” kata Duljatmono.

MMC memproyeksi penjualan pada September bakal kembali meningkat setidaknya menyamai realisasi Juli. Pasalnya, sales bulan lalu anjlok disebabkan berkurangnya hari kerja efektif karena libur lebaran. Total penjualan Mitsubishi pada Juli 14.000 unit lalu turun menjadi 10.487 unit di Agustus.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri otomotif mitsubishi
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top