Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat Bilang Awasi BBM untuk Mobil Murah Sulit

Bisnis.com, JAKARTA--Praktisi dan pemerhati otomotif senior Suhari Sargo berpendapat sulit untuk menekan potensi bengkaknya subsidi BBM menyusul hadirnya LCGC. Selama bensin subsidi tersedia, penyalahgunaan akan tetap ada.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 16 September 2013  |  17:32 WIB
Pengamat Bilang Awasi BBM untuk Mobil Murah Sulit
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Praktisi dan pemerhati otomotif senior Suhari Sargo berpendapat sulit untuk menekan potensi bengkaknya subsidi BBM menyusul hadirnya LCGC. Selama bensin subsidi tersedia, penyalahgunaan akan tetap ada.

"Katanya Indonesia tahun ini sudah masuk standar Euro 3 tapi premium tidak dihapus. Belum terdengar Kemenperin mengharuskan LCGC menggunakan pertamax," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Insentif berupa potongan pajak untuk program LCGC pun dinilai memangkas peluang negara untuk meningkatkan sumber pendapatan. Seandainya 10% pajak barang mewah tidak dihapus pemerintah bisa memberi alokasi anggaran lebih besar untuk pengembangan fasilitas transportasi publik.

Pasalnya, jika transportasi umum tak membaik maka membuat kehadiran LCGC hanya menjadi simalakama. Kinerja industri otomotif meningkat tapi perkara kemacetan lalu lintas semakin ruwet.

"Pemerintah beri pengurangan pajak sekitar Rp20 juta per kendaraan LCGC. Kalau terjual 10.000 saja setiap bulan maka pemerintah kehilangan sektiar Rp24 triliun. Uang ini bisa untuk perbaiki angkutan umum," tuturnya.

Di sisi lain, klaim agen pemegang merek bahwa LCGC akan mendongkrak minat pengguna motor pindah ke roda empat dinilai Suhari kurang tepat. Walau harga mobil ini lebih miring tak berarti konsumen motor seketika beralih. Selama disparitas harga keduanya besar, roda dua akan tetap menjadi pilihan.

Ketua Bidang Komersil Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala mengungkapkan hal senada. Apalagi, dengan volume mobil yang meningkat sehingga jalanan kian padat maka sepeda motor agaknya menjadi opsi terbaik.

"Sepeda motor itu alat transportasi yang terjangkau harganya dan paling hemat, secara kredit juga paling terjangkau. Transportasi massa juga belum baik. Tentu konsumen kalau berhitung lebih akan baik beli motor," katanya.

Konsep serupa juga berlaku bagi pengguna motor seharga Rp40 juta ke atas. Biarpun mereka mampu membeli motor mahal tak lantas akan beralih ke LCGC. Sebab, umumnya pemilik motor ini sudah punya mobil.

"Apakah LCGC benar-benar terjangkau kreditnya? Uang muka LCGC bisa enam kali lipat motor. Feeling saya, pergeseran pelanggan ya tidak akan besar," ujar Sigit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga BBM LCGC mobil murah
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top