Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitsubishi Tarik 22.511 Pajero dan Strada Triton di Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, agen tunggal pemegang merek Mitsubishi, menarik (recall) 22.511 unit Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Strada Triton untuk pemeriksaan komponen front lower arm, yang pengelasannya dikhawatirkan
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 27 Agustus 2013  |  17:44 WIB
Mitsubishi Tarik 22.511 Pajero dan Strada Triton di Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors, agen tunggal pemegang merek Mitsubishi, menarik (recall) 22.511 unit Mitsubishi Pajero Sport dan Mitsubishi Strada Triton untuk pemeriksaan komponen front lower arm, yang pengelasannya dikhawatirkan tidak sempurna.

Rizwan Alamsjah, Executive Marketing Director Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), mengatakan program inspection campaign terhadap 13.460 unit Pajero Sport dan 9.051 unit Strada Triton masa produksi 21 April 2011-17 April 2012 tersebut dilaksanakan mulai 1 Oktober 2013.

"Pelaksanaan program inspection campign sebagai instruksi langsung dari prinsipal di Jepang, Mitsubishi Motors Corporation, dalam rangka menjaga kualitas produk sehubungan dengan keselamatan dan kenyamanan berkendara mobil Mitsubishi," katanya di Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Menurutnya, pemeriksaan terhadap front lower arm, satu komponen yang berfungsi menjaga kestabilan dan kesempurnaan fungsi roda mobil bagian depan, itu untuk melihat kemungkinan ketidaksempurnaan dalam pengelasannya.

Program tersebut tetap harus dilaksanakan sampai tuntas, lanjutnya, kendati sampai sekarang di Indonesia belum pernah ditemukan kasus yang terkait dengan front lower arm dari 22.511 mobil Mitsubishi yang terdiri dari 13.460 unit Pajero Sport dan 9.051 unit Strada Triton.

Dia mengatakan, kendaraan yang dipasarkan di Indonesia sejak 3 tahun lalu dan diminati konsumen itu sampai dengan saat ini belum ada kasus keluhan yang terkait dengan komponen impor asal Thailand seharga Rp900.000 tersebut.

"Kami segera mendistribusikan peralatan dan unit front lower arm ke seluruh diler Mitsubishi yang berjumlah 220 outlet di seluruh Indonesia. Proses pemeriksaan komponen itu memakan waktu sekitar 2 jam dan jika ditemukan ketidaksempurnaan pengelasannya langsung diganti secara gratis," ujarnya.

Rizwan menjelaskan loyalitas konsumen cukup tinggi terhadap kendaraan merek Mitsubishi sehingga program pemeriksaan komponennya tidak akan berdampak negatif terhadap penjualan Pajero Sport, Strada Triton, dan varian yang lain pada periode mendatang.

"Seperti program penggantian satu komponen Mitsubishi Mirage beberapa waktu lalu, terbukti tidak mengganggu pencapaian penjualannya. Pejero Sport dan Strata Triton hanya diperiksa kemungkinan adanya ketidaksempurnaan pengelasan front lower arm," tegasnya.

Menurutnya, sejauh ini Pajero Sprot memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap total penjualan Mitsubishi yaitu mencapai rata-rata 12.000 unit per bulan dan Strada Triton sekitar 700-800 unit per bulan.

Bedasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil penumpang Mitsubishi selama Januari-Juli 2013 mencapai 91.422 unit atau menguasai 13,18% pangsa pasar.

Pencapaian tersebut berasal dari penjualan Januari sebanyak 13.168 unit, Februari 13.706 unit, Maret 12.689, April 12.836, Mei 11.819, Juni 11.204 unit dan Juli sebanyak 14.000 unit.

"Penjualan kendaraan penumpang Mitsubishi menunjukkan tren yang terus meningkat pada semester II/2013 kendati pada Agustus 2013 kemungkinan besar turun karena hari kerjanya terpotong banyak untuk libur Lebaran," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitsubishi pajero recall strada triton pt krama yudha tiga berlian motors
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top