TAKSI LISTRIK: Di Hong Kong, China BYD Gandeng Warren Buffett

Hong Kong mulai menyediakan taksi listrik untuk mengurangi polusi udara di kota tersebut. Produsen otomotif China BYD bekerjasama dengan Warren Buffett sebagai investor ternama asal Amerika Serikat telah sepakat
Emanuel Tome Hayon | 16 Juni 2013 11:17 WIB
BYD e6. - BYD

Bisnis.com, HONG KONG -Hong Kong mulai menyediakan taksi listrik untuk mengurangi polusi udara di kota tersebut. Produsen otomotif China BYD bekerjasama dengan Warren Buffett sebagai investor ternama asal Amerika Serikat telah sepakat untuk mengadakan  taksi listrik terbaru.

Hingga saat ini sudah ada 45 taksi listrik BYD e6 jenis crossover dengan lima pintu warna merah yang beroperasi sejak pecan lalu.  Tenaga dari tipe taksi listrik BYD e6 menggunakan baterai fosfat dan Cuma perlu 2 jam untuk mengisi battery dan digunakan dengan jarak tempuh 300 km.

Armada tersebut disewa oleh Hong Kong Taxi dan Public Light Bus Association untuk masa percobaan selama 6 bulan.

"Ide agar kita bersahabat dengan lingkungan menjadi tren global dan mobil listrik adalah contoh yang baik," kata Presiden Hong Kong Taxi dan Public Light Bus Association, Wong Chung Keung, seperti dikutip Reuters .

Wong CHung Keung menjelaskan taksi dengan mesin BBM setiap 1 kilometer biayanya sekitar 0,8 dolar Hong Kong (sekitar Rp900) sedangkan mobil listrik hanya sepertiganya. BYD menyediakan 47 charger di sembilan lokasi.

Hong Kong pada Januari 2012 memperbarui kebijakan kualitas standar udara mereka setelah riset University of Hong Kong menunjukkan penyakit akibat polusi udara membunuh lebih dari 3.000 orang setiap tahun.

Dia menerangkan melalui perpindahan penggunaan energy listrik tidak memberatkan sopir taksi dalam mengeluarkan biaya  yang banyak untuk membayar bahan bakar minyak yang selama ini digunakan.

"Mobil listrik tidak perlu BBM sehingga pengemudi bisa mendapatkan penghasilan lebih banyak," katanya.

Tag : mobil listrik, taksi, warren buffett, china byd
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top