Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bertekad Jadi Raja Baterai EV, Jokowi Lobi Australia Soal Lithium

Kekurangan lithium menjadi salah satu tantangan Indonesia dalam mengembangkan eksosistem kendaraan listrik.
Anshary Madya Sukma
Anshary Madya Sukma - Bisnis.com 02 Desember 2022  |  21:50 WIB
Bertekad Jadi Raja Baterai EV, Jokowi Lobi Australia Soal Lithium
Presiden Jokowi memberikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022). - Dok. Youtube Setpres RI.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia berpotensi menjadi pemain utama dalam ekosistem baterai kendaraan listrik dunia. Namun, Indonesia masih kekurangan salah satu bahan baku baterai, yakni lithium.

Oleh sebab itu, Jokowi telah menjajaki pembicaraan dengan perdana menteri Australia terkait peluang kerja sama dengan Indonesia dalam pasokan lithium.

“Membangun ekosistem EV [electric vehicle] baterai itu kita hanya kurang lithium, enggak punya. Saya kemarin sudah sampaikan ke Prime Minister Albanese, Australia punya lithium, kita boleh beli, dong, dari Australia. Terbuka, silakan,” ungkap Jokowi dikutip presiden.go.id, Jumat (2/12/2022).

“Tapi ternyata dari kita sudah ada yang punya tambang di sana. Ini strategis, benar melakukan intervensi seperti itu sehingga ekosistem besar yang ingin kita bangun jadi,” lanjutnya.

Selain ketersediaan lithium, Jokowi juga membeberkan tantangan lain dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air, yaitu mengintegrasikan bahan baku yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan perincian lokasi, nikel ada di Morowali di Weda Bay dan tempat-tempat lainnya. Tembaga ada di Papua, ada di Sumbawa. Kemudian, bauksit ada di Kalimantan Barat, ada di Bintan. Timah ada di Bangka Belitung.

“Yang sulit dari dulu sampai sekarang, yang tidak pernah kita kerjakan adalah mengintegrasikan itu menjadi sebuah ekosistem besar. Itu yang tidak pernah kita kerjakan,” terang Jokowi.

Adapun, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik, utamanya dalam membuat baterai listrik.

Secara terperinci, Jokowi membeberkan potensi Indonesia sebagai pemain utama baterai kendaraan listrik, di antaranya cadangan nikel Indonesia adalah nomor satu di dunia, timah nomor dua di dunia, bauksit nomor enam di dunia, dan tembaga nomor tujuh di dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Baterai Mobil Listrik baterai lithium
Editor : Denis Riantiza Meilanova
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top