Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luncurkan All New Ertiga Hybrid, Begini Cara Suzuki Olah Limbahnya

Penggunaan baterai lithium ion memiliki masa pakai terbatas, untuk itu perlu adanya pengolahan limbah baterai yang termasuk dalam B3 (Bahan Berbahaya Beracun).
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  20:58 WIB
Luncurkan All New Ertiga Hybrid, Begini Cara Suzuki Olah Limbahnya
Suzuki All New Ertiga Hybrid. - SIS
Bagikan

Bisnis.com, TANGERANG – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mendukung program pemerintah melalui kehadiran Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KLBB), yakni All New Ertiga Hybrid.

Dalam teknologi Suzuki Smart Hybrid terdapat dua komponen utama, yaitu ISG (Integrated Starter Generator) dan baterai lithium-ion yang dapat meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

4W Technical Service Section Head PT SIS Adhi Prasojo mengungkapkan perlu perhatian penting untuk baterai lithium ion agar tetap berfungsi dengan baik bagi kendaraan dalam meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar.

“Karena teknologi ini tergolong baru, mungkin ada beberapa konsumen yang belum mengetahui bagaimana menjaga kondisi battery lithium ion agar tetap prima dan berfungsi secara maksimal. Untuk itu, kami akan terus memberikan edukasi mengenai hal tersebut dan mendampingi konsumen setiap saat,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (18/8/2022).

Untuk itu, Suzuki memberikan masa garansi yang panjang, yaitu selama 5 tahun atau jarak 100.000 km. Masa garansi yang panjang tersebut khusus untuk baterai lithium-ion dan ISG (Integrated Starter Generator). Namun demikian, konsumen diharapkan tetap memperhatikan kondisinya dengan melakukan perawatan di bengkel resmi Suzuki terdekat.

Karena memiliki masa pakai, baterai lithium-ion yang sudah habis masa pakainya, maka konsumen berkewajiban mengembalikan baterai tersebut ke bengkel resmi Suzuki. Baterai lithium- ion yang sudah tidak terpakai tersebut akan dikelola dan didaur ulang oleh perusahaan rekanan Suzuki yang bergerak di bidang pengolahan limbah B3.

Melalui Peraturan Pemerintah No. 22/2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingungan Hidup dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. 12/2021, Suzuki ikut bertanggung jawab perusahaan dalam mendukung dan menciptakan tata kelola limbah industri.

Dalam proses pengelolaan baterai lithium-ion yang sudah tidak terpakai, bengkel resmi Suzuki yang menerima baterai dari konsumen akan mengirimkan baterai tersebut ke PT SIS.

Kemudian PT SIS akan mengirimkan baterai lithium-ion ke lokasi penampungan, peleburan, dan pemanfaatan limbah oleh pihak ketiga sebagai badan usaha yang sudah memiliki izin resmi dalam penanganan limbah B3.

“Untuk mendukung komitmen Suzuki dalam menciptakan tata kelola limbah yang bertanggung jawab, kami mengimbau kepada seluruh pemilik All New Ertiga Hybrid untuk mengganti baterai lithium-ion yang sudah tidak terpakai di diler atau bengkel resmi Suzuki terdekat,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Kendaraan Listrik suzuki All New Suzuki Ertiga
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top