Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jepang Siap Genjot Investasi Sektor Otomotif di Indonesia

Jepang berjanji akan memberikan bantuan dana untuk Indonesia guna mengembangkan industri otomotif, termasuk pengembangan mobil listrik.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  17:44 WIB
Jepang Siap Genjot Investasi Sektor Otomotif di Indonesia
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bertemu dengan CEO Mitsubishi Motor Compang (MMC) Takao Kato di Jepang, Senin (25/7/2022) - BISNIS - Maria Yuliana Benyamin

Bisnis.com, JAKARTA – Jepang berjanji akan memberikan bantuan dana untuk Indonesia guna mengembangkan industri otomotif, termasuk pengembangan mobil listrik.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Nobumitsu Hayashi usai bertemu Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jepang pada Senin (25/7/2022).

Nobumitsu Hayashi mengatakan bahwa negaranya mendukung investasi perusahaan Jepang di sektor manufaktur terutama industri otomotif di Indonesia.

“Karena dengan dukungan kuat Pemerintah Indonesia selama ini, otomotif Jepang menjadi sangat dicintai di Indonesia bahkan melebihi di Jepang sendiri. JBIC akan lebih mendorong peningkatan nilai dari investasi yang sudah ada,” kata Nobumitsu melalui keterangan pers, Senin (25/7/2022).

Sementara itu, Nissan juga akan mengembangkan produksi mobil listrik di Indonesia. Rencananya, mereka akan menggunakan teknologi lain yang juga ramah lingkungan dan sudah mempertimbangkan menggunakan bahan bakar berbasis hidrogen.

Sebelumnya, Mitsubishi telah berkomitmen untuk memulai produksi mobil listrik di Indonesia pada awal tahun 2023 yang bertujuan untuk memperluas pasar ekspor. Di Indonesia, hampir 90 persen kantor pusat perusahaan otomotif atau prinsipalnya berasal dari Jepang.

“Kemajuan kerjasama di industri otomotif antar kedua negara sudah sangat baik. Sejumlah perusahaan Jepang juga terus meningkatkan komitmen investasinya di Indonesia,” ujar Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri (METI) Jepang Koichi Hagiuda.

Sementara itu, Airlangga mengatakan bahwa Indonesia segera mengambil langkah konkret untuk melaksanakan transisi energi ke energi baru dan terbarukan (EBT) untuk mencapai Nationally Determined Contributions (NDC) pengurangan emisi karbon 29 persen pada 2030.

Pemerintah Jepang juga telah melakukan banyak kolaborasi dengan Indonesia dalam pengurangan emisi karbon. Salah satunya melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM).

Skema ini juga sedang dipertimbangkan sebagai bagian dalam kerjasama pendanaan JBIC dengan Indonesia dalam program transisi energi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang otomotif Mobil Listrik industri otomotif
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top