Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh! Penjualan Mobil di China Anjlok Imbas Lockdown

Penjualan mobil China pada April 2022 mengalami penurunan terbesar selama dua tahun terakhir karena kebijakan lockdown Covid-19.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 11 Mei 2022  |  10:51 WIB
Tesla Model 3 tengah diproduksi di pabrik Shanghai, China, 7 Januari 2020. /Reuters
Tesla Model 3 tengah diproduksi di pabrik Shanghai, China, 7 Januari 2020. /Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan mobil di China pada April 2022 mengalami penurunan terbesar selama dua tahun terakhir. Hal ini disebabkan kebijakan lockdown di pusat industri otomotif di Shangai dan Provinsi Jilin untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

Dilansir dari Bloomberg, Rabu (11/5), berdasarkan data dari China Passenger Car Association (PCA) penjualan kendaraan pada April menurun 357 persen month to month (mtm) menjadi 1,06 juta unit. Penurunan pada April ini menjadi penurunan terbesar sejak Maret 2022.

Dalam penurunan penjualan ini, Tesla Inc paling terpukul. Produsen mobil asal Amerika ini hanya mengirimkan 1.512 kendaraan dari pabriknya di Shanghai, yang ditutup selama tiga minggu pada bulan April sebelum melanjutkan kembali dengan kapasitas yang dikurangi. 

Bahkan sekarang, pabrik tersebut mengalami beberapa gangguan logistik karena penguncian kota yang berlangsung lama, kata juru bicara Tesla pada Selasa (10/5) pagi.

Tesla juga tidak mencatatkan ekspor pada April, di mana pada Maret Tesla mengimpor 65.814 unit dan pada Januari dan Februari mengekspor rata-rata 36.900 unit ke negara lain di Asia dan sebagian Eropa.

Berdasarkan data PCA, Tesla memproduksi 10.757 unit dari pabriknya di Shanghai bulan lalu, di mana angka produksi berbeda dari pengiriman karena tidak semua mobil dikirim ke pelanggan.

“Pandemi telah menyebabkan konsumsi inventaris otomotif yang sangat besar. Tanpa pengisian ulang sumber daya yang efisien, ada penurunan nyata dalam penjualan ritel,” kata Sekretaris Jenderal PCA Cui Dongshu.

Sementara itu, di Provinsi Jilin terdapat pabrik  Toyota Motor Corp., Volkswagen AG dan pembuat suku cadang Robert Bosch GmbH yang produksinya juga terdampak kebijakan lockdown.

Adapun, penjualan mobil energi baru yang meliputi plug-in hybrid dan mobil listrik, mengalami peningkatan 78,4 persen year on year (yoy) menjadi 282.000 unit. Namun, jika dibandingkan penjualan Maret ke April mengalami penurunan sebanyak 37 persen mtm.

Produsen mobil China BYD Co., yang didukung oleh Warren Buffett, memimpin penjualan mobil energi baru dengan mengirimkan 105.475 mobil dalam sebulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik otomotif china Lockdown
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top