Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fokus Garap EV Segmen Premium, Toyota Boyong Produksi Lexus UX300e?

Mobil listrik yang menggendong teknologi baterai dinilai masih terlalu mahal, karena itu Toyota mengkhususkan produk tersebut untuk menyasar segmen premium.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 04 Maret 2022  |  17:52 WIB
Fokus Garap EV Segmen Premium, Toyota Boyong Produksi Lexus UX300e?
Lexus UX 300e. - Lexus

Bisnis.com, JAKARTA - PT Toyota Manufacturing Motor Indonesia (TMMIN) memfokuskan penggunaan teknologi kendaraan listrik penuh seperti battery electric vehicle ke mobil premium.

Hal ini dikarenakan mobil listrik masih diminati oleh kelas menengah ke atas dikarenakan harga baterai yang mahal. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksterna TMMIN Bob Azzam.

"Misalkan mobil yang harganya Rp100 juta dikasih baterai jadi harga Rp400 juta, adanya orang - orang marah," ujar Bob kepada Bisnis Jumat (4/3/2022)

Berdasarkan data yang diperoleh Bisnis, Toyota dikabarkan akan menginvestasi sebesar Rp28,3 triliun untuk memproduksi 10 mobil hybrid termasuk 5 mobil plug in hybrid secara lokal di Indonesia

Dalam data tersebut juga dikabarkan Lexus UX300e akan diproduksi lokal, sebelumnya Lexus UX300e ini diimpor dari Jepang. Adapun ketika ditanya terkait hal ini pihak TMMIM tidak memberikan tanggapan.

Pemerintah juga baru- baru ini menetapkan tarif khusus Bea Masuk nol persen untuk kendaraan bermotor yang diimpor dalam kondisi tidak utuh dan tidak lengkap (Incompletely Knocked Down/IKD) melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK-13/MK.010/2022 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 6/PMK.010/2017 tentang Penetapan Sistem Klasifikasi Barang dan Pembebanan Tarif Bea Masuk atas Barang Impor yang ditetapkan tanggal 22 Februari 2022.

Pemerintah beranggapan dari berbagai jenis barang yang diimpor, seperti impor dalam keadaan lengkap tapi belum dirakit (Completely Knocked Down/CKD) dan impor dalam keadaan lengkap dan utuh (Completely Built-Up/CBU).

PMK ini menyasar IKD karena jenis ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar untuk perekonomian domestik mengingat komponen kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) IKD yang belum lengkap dipenuhi dengan menggunakan komponen yang dihasilkan produsen dalam negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik toyota lexus
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top