Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Ubah Regulasi, Perusahaan Otomotif Asing Bakal Melenggang Bebas

Sejak 1994, perusahaan asing di sektor ini harus membentuk perusahaan patungan dengan mitra lokal melalui porsi kepemilikan 50:50 jika ingin masuk ke pasar China.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 30 Desember 2021  |  07:52 WIB
China Ubah Regulasi, Perusahaan Otomotif Asing Bakal Melenggang Bebas
Potensi pasar mobil di China. - Innoviz Technologies
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China akan memperbolehkan kepemilikan asing secara penuh di sektor otomotif mulai Januari 2022.

Dilansir carscoops, Jumat (30/12/2021), keputusan tersebut diumumkan dalam dokumen yang dirilis oleh Chinese Ministry of Commerce and the National Development and Reform Commission.

Sejak 1994, perusahaan asing di sektor ini harus membentuk perusahaan patungan dengan mitra lokal melalui porsi kepemilikan 50:50 jika ingin masuk ke pasar China.

Pada 2018, pemerintah melonggarkan aturan dengan porsi kepemilikan asing boleh mencapai 70 persen. Terkait dengan ini, Tesla mengoperasikan semua pabriknya dengan kepemilikan penuh di China.

Keputusan ini tampaknya akan membuat sejumlah produsen asing misalnya Volkswagen, Ford, GM, and Mercedes-Benz untuk memacu kepemilikannya di China. Tak hanya itu, pelonggaran ini akan membuat pendatang baru misalnya Rivian and Lucid lebih mudah untuk masuk ke pasar China.

Skema usaha patungan ini didesain bagi produsen lokal untuk memacu profit dan teknologi di Negeri Tirai Bambu itu. Hingga saat ini, lima perusahaan otomotif terbesar di China yakni SAIC, FAW, BAIC, Dongfeng, dan Shangan adalah sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china industri otomotif joint venture
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top