Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips otomotif: Rifat Sungkar Bahas Lengkap Soal Oli Mobil

Pereli Indonesia Rifat Sungkar membagikan tips otomotif mengenai oli mobil. Sebagaimana diketahui, oli mesin hingga transmisi memegang peran penting untuk menjaga kondisi mobil.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 29 September 2021  |  17:31 WIB
Rifat Sungkar.  - MMKSI
Rifat Sungkar. - MMKSI

Bisnis.com, JAKARTA — Oli atau pelumas merupakan komponen yang sangat krusial dalam perawatan mobil. Dampak keteledoran dalam memperhatikan oli dapat mempengaruhi performa bahkan kerusakan fatal pada mesin mobil.

Pereli Indonesia dan duta merek Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Rifat Sungkar mengatakan mobil-mobil keluaran tahun-tahun terakhir memiliki beberapa jenis oli yang perlu untuk diperhatikan secara berkala. Oli atau pelumas tersebut termasuk mesin, rem, transmisi dan gardan, serta power steering. 

Rifat menyampaikan cara mengukur kelayakan oli adalah dari waktu dan jarak tempuh. Oli tidak memiliki waktu kedaluarsa, tetapi peremajaan oli sesuai waktu perlu dilakukan. Terlebih beberapa mobil memiliki masa servis gratis yang dapat dimanfaatkan oleh pemilik mobil.

Untuk jarak tempuh, Rifat menyarankan pengemudi tahu betul terkait dengan berapa jauh jarak tempuh serta medan yang telah dilalui mobil.

"Pergantian oli tepat waktu dan tepat jarak adalah tips paling baik untuk menjaga kestabilan kendaraan. Ini juga menjaga untuk menjaga kerusakan fatal mobil, karena oli memiliki batas peremajaannya," sebutnya.

Rifat menyarankan pemilihan jenis pelumas juga harus memperhatikan jenis mesin mobil. Grade oli yang lebih tinggi tidak serta merta menambah performa mesin.

"Misalnya Xpander disarankan oli dengan spesifikasi 0/20, sedangkan Pajero 10/30. Itu rokomendasi yang disarankan, jadi pakai oli yang sesuai panduan di buku servis," sebutnya.

Sementara itu, untuk oli rem, Rifat menyarakan sebaiknya diremajakan dalam 2 tahun atau 20.000 kilometer. Peremajaan oli rem juga tidak bisa hanya sekadar mengganti tetapi juga harus dibarengi dengan pemeriksaan secara menyeluruh termasuk kampas rem.

"Untuk mobil Mitsubishi saya rekomendasikan DOT 3 dan sesuai standarisasi Amerika. janga naik ke DOT 5 atau 6. Itu cara yang salah, DOT tinggi itu lebih cair, dan memiliki titik didih berbeda," imbuhnya.

Adapun oli transmisi dan oli gardan, Rifat berpendapat, setiap mobil membutuhkan kekentalan oli yang berbeda. Salah pemilihan oli gardan pun dapat menimbukan suara yang dengung pada mesin mobil.

"Oli power steering oli yang paling sensisitf. Pengendara juga harus mau menggantinya minimal setiap 40.000 kilometer. Tapi tetap saja, sensitifitasnya karena setiap kendaraan berbeda-beda," imbuhnya.

Jika menemukan rembesan Rifat menyarankan hal tersebut tidak dianggap remeh. Bahkan jangan pernah menambah oli, saat diketahui ada rembesan oli.

Pasalnya, saat mesin beroperasi rembesan akan semakin membesar dan semakin cepat membuat oli terkuras sehingga membuat mesin menjadi panas dan membuat kerusakan fatal pada mesin.

"Makanya kalau bertemu kasus tetesan oli, harus langsung pergi ke bengkel resmi untuk diambil tindakan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil tips otomotif
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top