Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tak Kebagian PPnBM, Penjualan Mobil Mewah Lesu

Gaikindo menyatakan pangsa pasarnya untuk mobil mewah masih sangat kecil yakni belum sampai 1 persen dari total penjualan mobil nasional.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 22 September 2021  |  19:34 WIB
Mini Paddy Hopkirk ditawarkan dalam jumlah terbatas di Indonesia. - MINI
Mini Paddy Hopkirk ditawarkan dalam jumlah terbatas di Indonesia. - MINI

Bisnis.com, JAKARTA – Penjualan mobil premium melanjutkan pertumbuhannya pada pertengahan kuartal ketiga tahun ini. Kendati demikian, penjualannya masih perlu digenjot lagi untuk menyamai pencapaian kinerja penjualan tahun lalu.

Mengutip data Gaikindo Januari-Agustus 2021, penjualan Lexus pada Agustus lalu tercatat 72 unit, lebih baik dari Juli yang tercatat 68 unit. Dengan demikian, total penjualan mobil premium asal Jepang ini telah mencapai 650 unit pada tahun ini.

Mini pun mencatat penjualan yang cukup baik pada Agustus 2021, yakni 62 unit. Angka ini lebih baik dari bulan sebelumnya 51 unit. Dengan demikian, total penjualan merek mobil ini 440 unit.

Audi kembali mencatat penjualan tertinggi pada 2021 pada Agustus ini, yakni 5 unit sama dengan bulan sebelumnya. Total penjualan Audi 2021 mencapai 24 unit.

Sementara itu, BMW mencatat penjualan yang tetap baik pada Agustus 2021 yakni 181 unit, lebih baik dari bulan sebelumnya sebanyak 125 unit. Total penjualan mobil asal Jerman ini 1.493 unit.

Merek mobil Eropa lainnya, Mercedes Benz-PC mencatat penjualan 169 unit pada bulan lalu sehingga total penjualannya mencapai 1.507 unit. 

Sayangnya, kelima mobil mewah tersebut masih belum ada yang melewati pencapaiannya tahun lalu. Pada 2020, Lexus membukukan penjualan 988 unit, Mini menjual 483 unit, Audi 47 unit, BMW 2.082 unit, dan Mercedes Benz-PC 2.227 unit, serta Mercedes Benz-CV 1.193 unit.

Ketua I GAIKINDO Jongkie D Sugiarto mengatakan pangsa pasarnya untuk mobil mewah masih sangat kecil yakni belum sampai 1 persen dari total penjualan mobil nasional. Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia masih di kisaran US$4.100 sehingga daya belinya mampu untuk memperbesar porsi mobil segmen ini.

Jongkie berpendapat lesunya pasar mobil mewah lebih diakibatkan kondisi pemulihan usaha yang belum begitu kuat pada tahun ini.

"Mungkin kelas medium ke atas, lebih memikirkan kelangsungan bisnisnya, ketimbang ganti mobil baru. Terlebih, banyak juga yang bisnisnya terpuruk akibat pandemi Covid 19," sebutnya kepada Bisnis, Rabu (22/9/2021).

Sementara itu, Rudy Salim yang merupakan CEO Prestige Motorcars menyampaikan penjualan mobil premium sudah mulai mengalami sedikit perbaikan. Dia bahkan menyampaikan tren premium kini mulai diwarnai dengan mobil listrik.

"Paling banyak yang dicari masih mobil Tesla dan Porsche EV Taycan karena memang di segmen premium mobil listrik, baru ada dua merek itu yang menonjol," sebutnya.

Sebagai perbandingan, penjualan nasional mobil bulanan Agustus tercatat 83.319 unit dengan akumulasi 2021 mencapai 543.424 unit. Penjualan ini sudah jauh lebih baik dari total penjualan mobil nasional tahun lalu 532.407 unit.

Pemerintah pun kembali memperpanjang diskon pajak atau Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen untuk kendaraan bermotor sampai akhir tahun 2021. 

Hal ini diproyeksi mampu mendongkrak penjualan mobil nasional ke 750.000 hingga akhir 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Mewah penjualan mobil PPnBM
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top