Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ini Alasan Hyundai Setop Produksi Kona EV di Korea Selatan

Di Indonesia Hyundai Kona EV dan Ioniq EV menjadi dua model andalan pabrikan otomotif Korea Selatan ini untuk melakukan penetrasi pasar kendaraan listrik Tanah Air. 
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 April 2021  |  12:17 WIB
Hyundai Kona EV dan Hyundai Ioniq EV di Pabrik Mobil Listrik Hyundai di Sukamukti Bekasi, Jumat (6/11/2020).  - KeMenko Marves
Hyundai Kona EV dan Hyundai Ioniq EV di Pabrik Mobil Listrik Hyundai di Sukamukti Bekasi, Jumat (6/11/2020). - KeMenko Marves

Bisnis.com, JAKARTA – Hyundai dikabarkan akan menghentikan produksi mobil listrik Kona EV di Korea Selatan menyusul penarikan kembali (recall) besar-besaran karena risiko kebakaran pada paket baterai, kantor berita Yonhap melaporkan, dikutip pada Minggu (25/4/2021).

Produsen mobil disebut malah akan mengalihkan fokusnya ke Ioniq 5 dan beberapa kendaraan listrik lain yang akan diluncurkan setelahnya. Namun Hyundai masih akan menjual Kona EV di Amerika Serikat.

Dilansir The Verge, lebih dari selusin laporan kebakaran di kemasan baterai Kona EV telah didokumentasikan sejak 2019, dan Februari ini, Hyundai akhirnya memutuskan untuk menghabiskan hampir 1 miliar dolar AS untuk menarik kembali 76 ribu Kona EV di negara asalnya. Itu juga mengingat beberapa sedan Ioniq dan bus listrik yang menggunakan teknologi baterai yang sama.

Penjualan Kona EV turun drastis setelah adanya recall, dan beberapa pemilik mengatakan proses penggantian baterainya berantakan.

Hyundai secara resmi memulai proses penarikan kembali untuk Kona EV di AS pada bulan Maret, dan perusahaan telah memberi tahu pemiliknya sejak awal April.

Salah satu alasan Hyundai masih mengekspor Kona EV ke tempat-tempat seperti AS adalah, sebelum penarikan asli pada bulan Februari, Hyundai mengumumkan versi baru dari SUV listrik dengan facelift dan berbagai peningkatan teknologi. Ini juga masih menjadi salah satu kendaraan listrik yang lebih terjangkau di pasaran di Amerika Utara yang memiliki jangkauan lebih dari 400 kilometer.

"Tidak ada rencana untuk menghentikan Kona EV di pasar AS. Ini adalah produk yang sangat penting bagi Hyundai di AS. Faktanya, kami baru-baru ini berinvestasi besar-besaran dalam peningkatan pertengahan siklus untuk Kona EV yang membuat CUV kecil kami lebih menarik," kata juru bicara Hyundai Amerika Utara dalam sebuah pernyataan kepada The Verge .

Sementara itu, di Indonesia Hyundai Kona EV dan Ioniq EV menjadi dua model andalan pabrikan otomotif Korea Selatan ini untuk melakukan penetrasi pasar kendaraan listrik Tanah Air. 

Penjualan kedua mobil, sejak diluncurkan pada 6 November 2020, telah mencapai 300 unit. Sebanyak 60 persen di antaranya adalah Hyundai Kona EV dan sisanya Ioniq EV. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik hyundai

Sumber : Antara

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top