Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelumas Bardahl Masuk Kembali ke Pasar Indonesia

Bardahl adalah pelumas asal Amerika Serikat yang dikenal dengan tehnologi C60 yang memiliki kekuatan formulasi perlindungan pada mesin kendaraan dan oli tersebut bekerja dengan maksimal
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 23 Maret 2021  |  11:40 WIB
Seorang karyawan menunjukan pelumas Bardahl.  - Bardahl Indonesia
Seorang karyawan menunjukan pelumas Bardahl. - Bardahl Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen minyak pelumas dan zat aditif asal Amerika Serikat, Bardahl, masuk lagi ke Indonesia dan siap meramaikan persaingan di pasar pelumas.

Raymond Widjaja, Strategic Director PT Pelayanan Oli Spesialis (Bardahl Indonesia), mengatakan bahwa kembalinya produk pelumas dan zat aditif Bardahl akan meramaikan pasar pelumas di Indonesia.

“We are Reborn [Kami Terlahir Kembali], kami mengambil tema ini untuk memudahkan konsumen mengenal lebih jauh lagi mengenai produk-produk Bardahl,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (22/3/2021).
 
PT Pelayanan Oli Spesialis merupakan perwakilan resmi di Indonesia dari Bardahl Manufacturing Corporation Seattle WA USA. Bardahl Indonesia juga menjadi bagian dari POSX Group yang sudah bergerak di bidang produksi dan distribusi pelumas dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di Tanah Air.
 
Raymond menuturkan setelah menyelesaikan legalitas standar nasional Indonesia (SNI), nomor pelumas terdaftar (NPT), dan dokumen pendukung lainnya, Bardahl Indonesia akan memasarkan produk pelumas dan aditif ke seluruh wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Bardahl Indonesia Pudjijarto Sutjipto menambahkan bahwa We are Reborn merupakan salah satu tema yang membedakan dengan Bardahl sebelumnya.
 
“Kami tampil lebih fresh [segar] dengan spesifikasi tertinggi di kelasnya,” tutur Pudjiarto.
 
Bardahl Additives & Lubricants merupakan merek asal Amerika Serikat. Dimulai pada 1939, Bardahl mulai berkecimpung di dunia pelumas dan aditif. Bardahl lebih dikenal dengan tehnologi C60 yang memiliki kekuatan formulasi perlindungan pada mesin kendaraan dan oli tersebut bekerja dengan maksimal.
 
Pudji menuturkan bahwa produk pelumas dan aditif Bardahl sudah sesuai dengan spesifikasi dan kategori layanan terbaru dari American Petroleum Institute (API SP). API SP sepenuhnya kompatibel dengan kategori layanan API sebelumnya, termasuk API SN Plus, SN, SM, SL atau SJ. Sementara itu, ILSAC GF-6 berlaku untuk kelas viskositas hemat bahan bakar.
 
Di Indonesia, kata Pudji, Bardahl pernah menggandeng salah satu komunitas kendaraan roda dua untuk menuntaskan kegiatan Jelajah Negeri dengan melakukan perjalanan sejauh 10.000 kilometer tanpa ganti oli. Padahal, pada umumnya rekomendasi untuk penggunaan oli sepeda motor maksimal hanya 3.000 km.
 
Aktivitas ini bertujuan untuk menguji performa Bardahl Additives & Lubricants yang diiukuti oleh 15 kendaraan bermotor dan memulai perjalanan dalam dua etape, yaitu Jakarta – Lombok – Jakarta dan Jakarta – Sabang – Jakarta. Etape pertama menempuh perjalanan antara Jakarta – Lombok – Jakarta, dilanjutkan etape kedua menuju Sabang, Aceh dan kembali ke Jakarta.
 
Menurutnya, Bardahl juga melakukan uji mesin berjalan tanpa pelumas (engine no oil run). Hal ini sering dilakukan untuk membuktikan ketangguhan Bardahl Additives & Lubricants dengan menggandeng komunitas kendaraan roda empat.
 
Pudji menjelaskan bahwa uji engine no oil run dengan menggunakan oli merek lainnya, maka mesin perlu jeda, setelah mobil berjalan kurang dari 10 km. Namun, uji engine no oil run dengan menggunakan Bardahl Additives & Lubricants, maka mobil dapat terus melaju tanpa kendala.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif mobil Komponen Otomotif pelumas
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top