Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Toyota Kaji Ekspor Mobil ke Australia, Standar Emisi Jadi Isu

Menperin menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan menyusun regulasi terkait perizinan ekspor kendaraan ke Australia dalam kerangka Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 12 Maret 2021  |  10:15 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi menteri pertama di dunia yang diterima resmi oleh pemerintah Jepang sejak menetapkan status State of Emergency.  - ANTARA/kemenperin.go.id
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menjadi menteri pertama di dunia yang diterima resmi oleh pemerintah Jepang sejak menetapkan status State of Emergency. - ANTARA/kemenperin.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Toyota Motor Corporation (TMC) mempertimbangkan realisasi ekspor kendaraan dari Indonesia ke Australia. 

"Kita mau membuka pasar ekspor Toyota ke Australia dan mereka mempertimbangkan," kata Menperin Agus Gumiwang saat menggelar konferensi pers secara virtual dari Jepang yang disaksikan di Jakarta, Kamis (11/3/2021).

Menperin menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan menyusun regulasi terkait perizinan ekspor kendaraan ke Australia dalam kerangka Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA).

Menurut Menperin Agus, TMC juga berkomitmen untuk menambah negara tujuan ekspor baru dari saat ini 80 negara menjadi 100 negara.

"Toyota berkomitmen untuk memperluas pasar ekspor dari 80 negara akan dikembangkan menjadi 100 negara pada 2024," kata Menperin.

Pada kesempatan tersebut, Toyota juga menyampaikan komitmen untuk menambah investasi di Indonesia masih belum berubah yakni sebesar 2 miliar dolar AS hingga 2024.

Menperin Agus Gumiwang melakukan kunjungan ke Jepang selama dua hari yakni pada 10-11 Maret 2021 untuk memenuhi undangan dari pelaku utama industri otomotif yang juga sudah beroperasi di Indonesia.

Selain Toyota, Menperin juga bertemu dengan pelaku utama industri otomotif Honda, Mitsubishi, Suzuki, dan Mazda. Tujuan utama kunjungan kerja Menperin kali ini adalah menggaet tambahan investasi di sektor otomotif.

Adapun sebelumnya Menteri Perdagangan Indonesia Muhammad Lutfi mengatakan bahwa perbedaaan standar emisi  menjadi batu ganjalan bagi industri otomotif Indonesia untuk mengekspor kendaraan bermotor roda empat atau lebih ke Australia.

Departemen Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Regional dan Komunikasi Australiamenyebutkan standar emisi untuk kendaraan ringan di negara tersebut adalah ADR 79/04 atau didasarkan pada standar Euro 5, sedangkan di Indonesia menerapkan Euro 4. 

Emisi Euro adalah standar yang digunakan negara Eropa untuk memperbaiki kualitas udara. Semakin tinggi standar Euro, semakin kecil batas kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, dan partikel lain yang berdampak negatif pada manusia serta lingkungan.

“Saya membayangkan IA-CEPA bisa dimanfaatkan untuk menggenjot orang Australia menggunakan Toyota Innova dan Mitsubishi Xpander, tetapi kita belum siap karena mobil yang diekspor menggunakan standar kita dan tingkat environment-nya tidak sama dengan Australia,” tuturnya beberapa waktu lalu.

Produk kendaraan bermotor produksi dalam negeri diketahui telah menembus pasar ekspor ke lebih dari 80 negara di dunia. Pada periode 2020, ekspor kendaraan completely built up (CBU) sebanyak 232.170 unit atau senilai Rp41,73 triliun.

Adapun, pengapalan dalam bentuk completely knock down (CKD) sebanyak 53.003 set atau senilai Rp1,23 triliun, dan komponen sebanyak 61,2 juta set atau senilai Rp17,52 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor otomotif toyota
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top