Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pangsa Pasar Tesla Anjlok, Ford Mustang Jadi Biang Keladinya

Pangsa pasar Tesla turun menjadi 69 persen pada Februari 2021, setelah pada bulan yang sama tahun lalu mencapai 81 persen.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  17:09 WIB
Tesla Model 3 tengah diproduksi di pabrik Shanghai, China, 7 Januari 2020. /Reuters
Tesla Model 3 tengah diproduksi di pabrik Shanghai, China, 7 Januari 2020. /Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen mobil listrik Tesla Inc mengalami penurunan pangsa pasar di Amerika Serikat (AS) pada Februari 2021. Besar kemungkinan pasar Tesla tergerus oleh produk pesaingnya, yakni Ford Mustang Mach-E.
 
Mengutip dari Business Insider, Senin (8/3/2021), pangsa pasar Tesla turun menjadi 69 persen pada Februari 2021, setelah pada bulan yang sama tahun lalu mencapai 81 persen.
 
Menurut laporan Morgan Stanley, Ford sepanjang Februari 2021 tercatat menjual 3.739 unit sport utility vehicle (SUV) bertenaga listrik dan jumlah itu cukup untuk menggerus pangsa pasar Tesla.
 
Kehadiran Mustang Mach-E sejauh ini dinilai cukup sukses. Mobil itu dianugerahi SUV of the year oleh North American Car, Truck, and Utility Vehicle of the Year Award pada Januari. Penguji awal dan Analisa Wall Street juga memberikan nilai positif.
 
Sementara itu, JP Morgan mengatakan bahwa Ford Mustang Mach-E dapat menantang Tesla di pasar mobil listrik AS karena Ford memiliki sejarah panjang di AS.

Baca Juga : Siapa Bilang Tesla Batalkan Rencana Investasi? Ini Kata Kemenko Marves
 
Beberapa waktu lalu, CEO Tesla Elon Musk mencuit kehebatan peran Ford di pasar mobil listrik AS. “Tesla & Ford adalah satu-satunya pembuat mobil Amerika yang tidak bangkrut dari 1000-an startup mobil,” katanya menanggapi unggahan seorang reporter.
 
Di sisi lain, sejumlah ahli meragukan dominasi Tesla di pasar mobil listrik. Investor awal Tesla dan mantan anggota dewan, Steve Westly, mengatakan bahwa persaingan di industri mobil listrik merambah di semua sisi.
 
Semisal, kehadiran perusahaan rintisan seperti Lucid Motors, Fisker, dan Rivian. Tak cuma itu, sejumlah perusahaan kawakan, yakni General Motors dan Volkswagen telah menggelontorkan miliaran dolar untuk mendorong teknologi mobil listrik.  
 
Pada Februari, survei JD Power terhadap pembeli mobil baru menemukan bahwa banyak orang yang ingin membeli mobil listrik tetapi mempertimbangkan perusahaan di luar Tesla.
 
“Daya tarik Tesla jelas hebat, tetapi itu tidak mutlak dan dapat digantikan oleh alternatif yang layak,” kata Stewart Stropp, direktur senior ritel otomotif di JD Power, dalam survei tersebut.
 
Terlepas dari keraguan tentang masa depan Tesla di pasar mobil listrik, saham Tesla telah meningkat lebih dari 650 persen dalam satu tahun terakhir. Pendapatan perusahaan juga meningkat pada 2020 dari US$24,6 miliar atau Rp353,65 triliun menjadi US$31,5 miliar atau Rp452,84 triliun dengan asumsi kurs Rp14.375.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik ford Tesla Motors
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top