Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mobil Listrik Laris Manis, Biaya Subsidi Jerman Bengkak

Kendaraan terelektrifikasi (EV) di Jerman semakin bertumbuh sehingga pemerintah setempat harus membayar subsidi enam kali lebih banyak daripada yang mereka bayarkan pada 2019.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 31 Desember 2020  |  14:41 WIB
Volkswagen's E-mobility Board Member Thomas Ulbrich menunjukkan Volkswagen ID. Charger   - Volkswagen
Volkswagen's E-mobility Board Member Thomas Ulbrich menunjukkan Volkswagen ID. Charger - Volkswagen

Bisnis.com, JAKARTA - Kendaraan terelektrifikasi (EV) di Jerman semakin bertumbuh sehingga pemerintah setempat harus membayar subsidi enam kali lebih banyak daripada yang mereka bayarkan pada 2019.

Hingga saat ini, pemerintah Jerman membayar lebih dari 652 juta euro (Rp11,2 triliun) selama 2020, sementara pada 2019 pemerintah Jerman hanya menggelontorkan subsidi sebesar 98 juta euro.

Dikutip Antara dari CarsCoops, Kamis (31/12/2020), total pengajuan subsidi itu berasal dari 229.951 unit kendaraan. Angka itu merupakan peningkatan yang tajam dari 73.081 pada tahun sebelumnya.

Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan mobil listrik adalah banyaknya mobil-mobil baru yang meluncur, dan kemudahan kepemilikan yang ditawarkan diler.

Peningkatan pesat datang dari kendaraan hybrid yang melampaui penjualan EV. Sementara jumlah aplikasi untuk subsidi EV meningkat dari 51.000 menjadi 126.000, dan jumlah mobil hibrida meroket dari 22.000 menjadi 103.000 unit.

Dengan adanya peningkatan itu, pemerintah Jerman yakin penjualan kendaraan listrik akan terus meningkat pada 2021.

Menteri Ekonomi Jerman Peter Altmaier mengatakan, "Pada 2020 kami membuat lompatan yang signifikan dalam elektromobilitas di Jerman. Alasan utamanya adalah pengenalan bonus inovasi pada Juli, pemerintah federal menggandakan pendanaan untuk pembelian mobil listrik."

Pertumbuhan EV mendorong pemerintah dan swasta memperbanyak stasiun pengisian daya listrik.

"Kami membutuhkan lebih banyak titik pengisian daya di Jerman dan Eropa jika ingin kendaraan listrik tumbuh dengan cepat," kata kepala mobilitas elektronik VW, Thomas Ulbrich.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik jerman bbm bersubsidi
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top