Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Thailand Lobi Tesla, Persaingan Investasi di Asean Makin Keras

Persaingan memperebutkan investasi pada sektor manufaktur kendaraan listrik di Asia Tenggara kian ketat, setelah pemerintah Thailand menyatakan bahwa Tesla berencana membahas investasi di negara tersebut.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 01 Desember 2020  |  07:21 WIB
CEO Volkswagen AG Herbert Diess dan CEO Tesla Motors berswafoto dalam pertemuan keduanya minggu lalu (3/9/2020) di Jerman.  - LinkedIn Herbert Diess.
CEO Volkswagen AG Herbert Diess dan CEO Tesla Motors berswafoto dalam pertemuan keduanya minggu lalu (3/9/2020) di Jerman. - LinkedIn Herbert Diess.

Bisnis.com, JAKARTA – Persaingan memperebutkan investasi pada sektor manufaktur kendaraan listrik di Asia Tenggara kian ketat, setelah pemerintah Thailand menyatakan bahwa Tesla berencana membahas investasi di negara tersebut.

Menteri Perindustrian Thailand Suriya Jungrungreangkit mengatakan bahwa pihaknya akan segera bertemu dengan Tesla Inc, yang berbasis di California, Amerika Serikat, untuk membahas investasi kendaraan listrik dan hibrida plug-in di Thailand.

Seperti yang diberitakan Bangkok Post, duta besar Amerika Serikat dan pengusaha dari US-Asean Business Council juga dikabarkan telah bertemu dengan Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha untuk membahas prospek bisnis mereka di Negeri Gajah Putih.

Para eksekutif Tesla mengatakan mereka bakal melanjutkan rencana investasi di Thailand dan meminta pemerintah untuk menjaga momentum dalam proyek stimulus pariwisata, serta mengurangi pembatasan perjalanan untuk membantu ekonomi pulih.

Di sisi lain, Tesla juga dikabarkan sedang melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Indonesia untuk membangun pabrik nikel. Hal ini sejalan dengan ambisi Indonesia yang ingin menjadi penghasil baterai lithium terbesar.

Keseriusan pemerintah untuk mendirikan pabrik baterai juga diperlihatkan Presiden Joko Widodo yang pada pertengahan November lalu mengatakan bakal mengirim delegasi ke Amerika Serikat untuk bertemu dengan eksekutif Tesla.

“Ini sangat penting karena kami punya rencana besar untuk menjadikan Indonesia penghasil baterai lithium terbesar dan kami punya [cadangan] nikel terbesar,” ujar Jokowi dalam wawancaranya dengan Reuters.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier menyatakan kehadiran Tesla diharapkan mendukung percepatan pengembangan mobil listrik di Indonesia. “Kami berharap Tesla masuk di Batang, Jawa Tengah, katanya berminat,” ujarnya.

Taufiek juga menyatakan pemerintah berupaya merealisasikan pembangunan pabrik baterai listrik di Tanah Air, agar manufaktur komponen atau original equipment manufacturer (OEM) mobil listrik bermunculan.

Sejauh ini baru ada Hyundai yang berkomitmen mengembangkan mobil listrik di Indonesia. Komitmen itu mewujud dalam pembangunan pabrik di lahan seluas 77,6 hektare di Kota Deltamas, Cikarang, Kabupaten Bekasi, dengan nilai investasi US$1,55 miliar hingga 2030.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik hyundai Tesla Motors
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top