Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hyundai dan INEOS Bekerja Sama Kembangkan Bahan Bakar Hidrogen

Modular fuel cell system ciptaan Hyundai, yang akan digunakan pada kendaraan uji, terbukti keandalan dan efektivitasnya di SUV Hyundai NEXO.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 25 November 2020  |  20:36 WIB
Ilustrasi- Mobil Hyundai  - Hyundai
Ilustrasi- Mobil Hyundai - Hyundai

Bisnis.com, JAKARTA - Hyundai Motor dan INEOS menandatangani nota kesepahaman untuk bersama-sama mengeksplorasi peluang baru terkait dengan bahan bakar hidrogen.

Saehoon Kim, Senior Vice President dan Head of Fuel Cell Center di Hyundai Motor Company, mengatakan langkah INEOS menuju pengembangan kendaraan listrik fuel cell dan ekosistem hidrogen menandai tonggak sejarah menuju transportasi berkelanjutan dan bersih.

“Kami juga berharap keahlian dan pengalaman selama puluhan tahun di bidang hidrogen fuel cell akan bersinergi dengan keahlian dan pengalaman INEOS di bidang kimia dalam rangka memproduksi massal hidrogen yang ramah lingkungan dan fuel cell untuk Grenadier,” ujarnya dalam siaran resmi, Rabu (25/11/20200.

Dia menyatakan bahwa Hyundai meyakini bahwa langkah tersebut akan menghasilkan opsi rendah karbon yang sangat dibutuhkan di berbagai sektor. Pasalnya, Hyundai adalah salah satu perusahaan yang memulai produksi massal kendaraan pertama fuel cell di dunia pada 2013.

Hyundai dan INEOS bersama-sama mencari peluang untuk produksi dan pasokan hidrogen serta aplikasi dan teknologi hidrogen di seluruh dunia. Sebagai awalan, kedua perusahaan akan berupaya memfasilitasi berbagai proyek sektor publik dan swasta yang berfokus pada pengembangan value chain hidrogen di Eropa.

Perjanjian tersebut juga mencakup penjajakan penggunaan fuel cell system ciptaan Hyundai pada mobil INEOS Grenadier 4x4 yang baru-baru ini diumumkan. Kerja sama ini merupakan langkah penting dalam upaya INEOS untuk mendiversifikasi opsi powertrain di tahap awal.

Modular fuel cell system ciptaan Hyundai, yang akan digunakan pada kendaraan uji, terbukti keandalan dan efektivitasnya di SUV Hyundai NEXO. SUV bertenaga hidrogen pertama di dunia ini memiliki driving range terjauh dibandingkan kendaraan hidrogen lainnya di pasar.

Technology Director INEOS Peter Williams menyatakan kesepakatan antara INEOS dan Hyundai menghadirkan peluang-peluang baru bagi kedua perusahaan untuk melanjutkan kepemimpinannya di sektor bahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan.

“Penjajakan proses produksi, teknologi dan aplikasi, yang baru dikombinasikan dengan kapabilitas kami sekarang, telah menempatkan kami pada posisi unik untuk memenuhi permintaan akan sumber energi yang rendah karbon dan terjangkau, serta memenuhi kebutuhan pemilik mobil 4x4 di masa depan,” ucap Peter.

INEOS baru-baru ini meluncurkan sebuah bisnis baru untuk mengembangkan dan membangun kapasitas hidrogen yang ramah lingkungan di seluruh Eropa, guna mendorong terciptanya zero-carbon di masa depan.

Perusahaan ini memproduksi 300.000 ton hidrogen per tahun sebagai by-product atau produk sampingan dari kegiatan manufaktur kimianya.

Pada 2018, Hyundai Motor Group telah mengumumkan roadmap jangka menengah dan panjangnya, yaitu Fuel Cell Vision 2030, untuk meningkatkan produksi tahunan hydrogen fuel cell system ke angka 700.000 unit pada 2030.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hyundai
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top