Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mercedes-Benz Hapus Produksi Mobil Manual, Ini Alasannya

Mercedes-Benz berencana menghentikan produksi mobil bertransmisi manual. Langkah ini diambil untuk menurunkan biaya produksi perusahaan.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  19:30 WIB
Produksi A-Class Saloon di pabrik Mercedes-Benz di Rastatt.  - foto Daimler
Produksi A-Class Saloon di pabrik Mercedes-Benz di Rastatt. - foto Daimler

Bisnis.com, JAKARTA - Mercedes-Benz berencana menghentikan produksi mobil bertransmisi manual. Langkah ini diambil untuk menurunkan biaya produksi perusahaan.

Seperti yang diberitakan Autocar, Rabu (7/10/2020), langkah dramatis dari pabrikan asal Jerman ini juga untuk mencapai pertumbuhan yang menguntungkan di segmen mobil mewah.

Selain itu, perombakan tersebut juga mencakup fokus pada powertrain listrik, pengembangan sistem perangkat lunak, dan pengurangan biaya besar-besaran untuk meningkatkan profitabilitas.

"Kami perlu mengurangi kerumitan. Kompleksitas menambah biaya. Kami akan mengurangi produk masa depan, mengurangi platform secara substansial, mesin pembakaran akan berkurang secara drastis dan kami akan menghilangkan transmisi manual," ujar Kepala Penelitian dan Pengembangan Mercedes-Benz, Markus Schäfer.

Dia menambahkan perusahaan bakal menggunakan strategi yang lebih modular, sehingga dapat mengurangi berbagai opsi secara signifikan. Sejauh ini, belum ada batas waktu yang diberikan untuk penghapusan girboks manual Mercedes.

Perusahaan juga tidak memberikan rincian berapa banyak mesin pembakaran yang rencananya akan dimusnahkan.

Adapun, tujuan strategi ini adalah mengurangi biaya tetap hingga lebih dari 20 persen pada 2025, dibandingkan tahun 2019. Perusahaan juga menargetkan pemotongan belanja modal serta penelitian dan pengembangan lebih dari 20 persen selama periode yang sama.

Di sisi lain, pangsa pasar mobil bertransmisi manual terus mengalami penyusutan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini pun menyulitkan Mercedes dalam melakukan investasi, terutama karena perusahaan semakin berfokus pada kendaraan listrik baterai penggerak langsung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Mercedes Benz
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top