Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekspor Mobil Tahun Ini Diprediksi Anjlok 50%

Kinerja ekspor otomotif nasional diprediksi turun hingga 50% pada tahun ini. Hal itu pun membuat target ekspor 1 juta unit kendaraan pada 2025 yang ditetapkan oleh pemerintah dirasa semakin sulit tercapai.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 15 Mei 2020  |  20:00 WIB
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal. - TMMIN
Deretan mobil Toyota siap dikapalkan di pelabuhan di Tanjung Priok Car Terminal. - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja ekspor otomotif nasional diprediksi turun hingga 50% pada tahun ini. Hal itu pun membuat target ekspor 1 juta unit kendaraan pada 2025 yang ditetapkan oleh pemerintah dirasa semakin sulit tercapai.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan kinerja pengapalan mobil pada Maret 2020 sempat tumbuh 9,2% secara tahunan. Namun, raihan tersebut merupakan hasil timbunan pemesanan dari bulan sebelumnya.

“Sehingga, kami proyeksikan ekspor pada tahun ini akan turun 50%. Padahal, saat Desember 2019 kami diminta menaikan ekpsor hingga 1 juta unit pada 2025,” ujarnya dalam diskusi virtual Industry Roundtable, Jumat (15/5/2020).

Dengan target tersebut, kata Nangoi, pelaku industri otomotif pun beramabisi mengekspor 350.000 hingga 400.000 unit pada tahun ini. Namun, akibat pandemi virus corona, kinerja ekspor 2020 diperkirakan hanya menyentuh 175.000 unit atau paling tinggi 200.000 unit.

Menurutnya, apabila kasus Covid-19 di Indonesia tidak segera mereda, ada kemungkinan porsi ekspor Indonesia akan diambil alih oleh negara lain, seperti Thailand, yang mampu menurunkan eskalasi virus corona tiap harinya.

“Kami berharap tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri dan bisa menjadi basis produksi untuk ekspor seperti yang kami janjikan ke pemerintah. Mungkin target 1 juta ekspor pada 2025 tertunda sedikit, tetapi akan bisa dikejar,” tegas Nangoi.

Secara terpisah, Yusak Billy, Bussines Innovation & Sales Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), memprediksi nilai ekspor kendaraan secara utuh (completely built up/CBU) dan kendaraan terurai lengkap (completely knocked down/CKD) dari Honda akan berkurang sebanyak Rp800 miliar pada tahun ini.

"Untuk total nilai ekspor CBU dan komponen CKD tahun lalu mencapai Rp3,3 triliun. Tahun ini, nilai ekspor kami prediksi bisa turun 24% ke Rp2,5 triliun," kata Billy.

Bob Azam, Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menyatakan target ekspor TMMIN pada tahun ini sekitar 200.000 unit atau setidaknya tidak terlampau jauh dari realisasi ekspor pada 2019, yang mencatatkan 208.500 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ekspor Mobil TMMIN
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top