Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restrukturisasi, Nissan Pangkas Biaya Tahunan US$2,8 Miliar

Nissan Motor Co akan memangkas anggara biaya tahunan US$2,8 miliar sebagai bagian dari langkah restrukturisasi sekaligus risiko penurunan penjualan yang mempersulit pemulihan dari periode profitabilitas buruk.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 13 Mei 2020  |  17:20 WIB
Logo Nissan Motor di kantor pusat di Yokohama, Jepang, 13 Februari 2020. / REUTERS
Logo Nissan Motor di kantor pusat di Yokohama, Jepang, 13 Februari 2020. / REUTERS

Bisnis.com, TOKYO - Nissan Motor Co akan memangkas anggara biaya tahunan US$2,8 miliar sebagai bagian dari langkah restrukturisasi sekaligus risiko penurunan penjualan yang mempersulit pemulihan dari periode profitabilitas buruk.

Setelah 3 tahun merosot laba, Nissan akan mengumumkan rencana restrukturisasi pada 28 Mei sebagai upaya terbaru memangkas biaya setelah strategi penjualan agresif untuk mengejar pangsa pasar telah memukul perusahaan.

Bloomberg melaporkan Nissan akan memangkas biaya tetap di beberapa bidang, seperti pemasaran dan penelitian. Namun, dewan perusahaan belum meninjau rencana.

Sebagian besar pembuat mobil sedang bersiap-siap untuk mendapatkan untung besar dari coronavirus. Namun, Nissan telah menghadapi penurunan penjualan dan laba sebelum pecahnya pandemi Covid-19, yang memaksanya untuk membatalkan ekspansi agresif yang dirancang pemimpin terguling Carlos Ghosn.

Berdasarkan laporan tersebut, Nissan juga mempertimbangkan penghapusan merek Datsun yang selama ini telah berjuang di pasar Asia dan Rusia dengan harga yang lebih murah, serta menutup jalur produksi kendaraan tambahan.

Seorang juru bicara Nissan menolak mengomentari laporan itu.

Sejak Ghosn ditangkap di Jepang atas tuduhan kesalahan keuangan pada 2018, Nissan telah berjuang membalikkan strategi pertumbuhan agresif pemimpin terguling yang mewariskan merek murah dan pabrik yang iddle sehingga menguras keuangan.

Reuters telah melaporkan bahwa Nissan mengakui harus menjadi pembuat mobil yang lebih kecil dan lebih efisien, serta memulihkan ikatan dealer dan memperbarui produk untuk mendapatkan kembali kekuatan harga dan profitabilitas.

Di Indonesia, Nissan telah menghentikan produksi sejumlah model bermerek Nissan sejak setahun terakhir, disusul dengan penghentian produksi merek Datsun.

Dengan demikian, Nissan tidak lagi menjadi peserta program kendaraan hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) melalui model Datsun Go dan Datusn Go+.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restrukturisasi PT Nissan Motor Indonesia Penjualan Mobil Global

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top