Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nissan Berencana Lanjutkan Produksi Pabrik di Spanyol dan Inggris

Pabrik Nissan di Spanyol telah ditangguhkan sejak 13 Maret yang lalu di mana pabrik itu membangun mobil seperti Qashqai, Juke dan Leaf. Untuk pabrik di Inggris sudah ditutup sejak 17 Maret karena adanya pandemi virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 April 2020  |  11:06 WIB
Logo Nissan Motor di kantor pusat di Yokohama, Jepang, 13 Februari 2020. / REUTERS
Logo Nissan Motor di kantor pusat di Yokohama, Jepang, 13 Februari 2020. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Nissan akan mulai kembali produksi mereka di pabrik Barcelona, Spanyol pada 4 Mei dan diikuti dengan memulai uji coba langkah-langkah keselamatan di pabrik mereka yang berada di Inggris dengan pengembalian sekitar 50 staf minggu ini.

"Tim manajemen di Spanyol bekerja dengan dewan kerja lokal di pabrik-pabrik itu tentang langkah-langkah dan prosedur baru yang diperlukan untuk memastikan memulai kembali dengan aman," kata Nissan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Antara, Kamis (23/4/2020).

Dalam hal ini, pabrik Nissan di Spanyol telah ditangguhkan sejak 13 Maret yang lalu di mana pabrik itu membangun mobil seperti Qashqai, Juke dan Leaf. Untuk pabrik di Inggris sudah ditutup sejak 17 Maret karena adanya pandemi virus corona.

Saat ini, Nissan memang belum memiliki catatan tanggal pasti untuk melanjutkan produksi pabrik di Sunderland Inggris utara, yang memiliki sekitar 6.000 orang pekerja.

"Tinjauan rutin akan berlangsung di setiap fase uji coba ini, dengan mempertimbangkan umpan balik dari tim yang terlibat," kata perusahaan itu.

Sebelumnya, Nissan Motor Co pada Selasa (21/4/2020) mengumumkan rencana penutupan kantor pusat globalnya di Jepang selama 16 hari hingga awal Mei untuk menahan penyebaran virus corona, meskipun pemerintah telah mengizinkan menjaga tempat kerja tetap terbuka agar ekonomi berjalan.

Perdana Menteri Shinzo Abe telah mengizinkan pabrik-pabrik untuk tetap beroperasi di bawah keadaan darurat yang diumumkan bulan ini dan diperluas minggu lalu, tetapi Nissan dan para pesaingnya sudah menangguhkan produksi di banyak pabrik mereka karena anjloknya permintaan global.

Nissan adalah perusahaan Jepang terbaru yang menutup kantor pusat globalnya untuk mengurangi jumlah staf yang bepergian, karena infeksi Covid-19 di negara itu meningkat menjadi sekitar 11.000 orang pekan ini.

Nissan mengatakan bahwa 15.000 karyawan di kantor pusatnya di Yokohama dan pusat R&D utama di Atsugi, Prefektur Kanagawa, akan diminta untuk mengambil cuti selama 16 hari mulai Senin depan melalui liburan Pekan Emas Jepang yang dimulai pada 4 Mei.

Kantor pusat akan ditutup bagi semua karyawan kecuali pekerja penting, kata juru bicara Nissan. Mereka yang terkena dampak akan menerima gaji penuh mereka selama periode tersebut.

Seperti banyak pesaing globalnya, Nissan juga telah menutup sebagian besar fasilitas produksi globalnya sesuai dengan arahan “bekerja dari rumah” untuk menahan penyebaran virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan pabrik

Sumber : Antara

Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top