Sebelum Transjakarta, Ini Penguasa Jalanan Ibukota

Apakah Anda masih ingat dengan bus KTT? Bus tersebut awalnya didatangkan untuk keperluan operasional Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok (KTT GNB) yang diselenggarakan di Jakarta pada 1-6 September 1992.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  21:05 WIB
Sebelum Transjakarta, Ini Penguasa Jalanan Ibukota
patas ac,

Bisnis.com, JAKARTA – Bagi Anda yang sudah belasan atau puluhan tahun tinggal di Jakarta mungkin sudah tidak asing dengan bus yang ada di unggahan Instagram resmi Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) @perumppd pada Jumat (14/2/2020).

Unggahan tersebut memperlihatkan antrian penumpang yang akan naik ke sebuah bus dengan warna dasar putih. Tidak disebutkan dimana dan kapan pengambilan gambar tersebut dilakukan.

Namun yang jelas, gambar tersebut memperlihatkan suasana di medio 1990-an terlihat dari mode busana orang-orang di dalam gambar dan jenis bus yang digunakan, yaitu Mercedes Benz OH408 yang mulai beroperasi pada 1992.

Mercedes Benz OH408 boleh dikatakan cukup istimewa di masanya. Bus tersebut awalnya didatangkan untuk keperluan operasional Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non Blok (KTT GNB) yang diselenggarakan di Jakarta pada 1-6 September 1992.

Kemudian setahun setelahnya barulah bus tersebut diberikan kepada Perum PPD dan mengaspal sebagai bus kota Patas AC Rute Metode Baru (RMB) yang berbeda dengan bus kota Patas AC pendahulunya. Bus yang sering disebut sebagai ‘Bus KTT’ ini beroperasi tanpa kondektur.

Sebagai gantinya, terpasang sebuah kotak dengan sebutan fare box di samping kiri pengemudi. Penumpang harus membayar ongkos dengan memasukkan uang ke dalam kotak tersebut. Apabila ingin turun, penumpang cukup memencet tombol yang ada di dekat pintu keluar di bagian belakang bus.

Sistem tersebut tidak bertahan lama lantaran Perum PPD mengalami kerugian akibat ulah penumpang nakal yang tidak memasukkan uang sesuai dengan ongkos ke dalam fare box. Selain itu, sistem tersebut juga dinilai tidak efektif karena pengemudi juga harus menyiapkan uang pecahan kecil yang akan ditukarkan dengan uang pecahan besar milik penumpang.

Beberapa tahun berselang setelah penyelenggaraan KTT GNB, Perum PPD juga mendatangkan kembali sejumlah bus serupa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menggantikan bus-bus yang sudah tua. Namun, peruntukannya sebagian untuk bus Patas dan Reguler sehingga tidak dilengkapi dengan AC dan pintu otomatis.

Selain itu, khusus untuk bus reguler kursi yang digunakan juga berbeda. Bus tersebut menggunakan kursi berbahan plastik keras tanpa ada busa pelapis.

Hal menarik dari Mercedes Benz OH408 adalah bodinya yang terbuat dari aluminium sehingga bisa bertahan lama tanpa karat atau keropos layaknya bodi bus yang terbuat dari besi atau baja. Bodi bus tersebut dibuat oleh perusahaan karoseri Australia, Volgren.

Oleh sebab itu, tak jarang sebagian orang menyebut bus ini sebagai ‘bus Volgren’ setelah melihat emblem Volgren yang terpasang di bagian samping dekat pintu depan.

Untuk dapur pacunya sendiri, bus tersebut mengusung mesin Mercedes Benz OM366A bertenaga 180 HP yang menempel pada chasis Mercedes Benz OH 1518. Chasis dan mesin yang hingga kini masih banyak digunakan oleh banyak operator bus antarkota antarprovinsi (AKAP), termasuk untuk layanan antarpulau lantaran ketangguhan dan kemudahan perawatannya.

Selain Perum PPD Mercedes Benz OH 408 juga digunakan oleh sejumlah instansi pemerintah, salah satunya adalah Kementerian Perhubungan untuk keperluan dinas dan antar jemput pegawai.

Mercedes Benz OH408 sejak 2016 sudah tidak lagi beroperasi sebagai bus kota lantaran sudah terlalu uzur. Selain itu, bus kota konvensional seperti milik Perum PPD dan operator lainnya juga makin terpinggirkan seiring dengan bertambahnya armada bus Transjakarta, mulai dari armada Bus Rapid Transit (BRT) yang beroperasi di jalur khusus hingga non-BRT.

Perum PPD sendiri saat ini sudah bergabung dengan Transjakarta dan menjalankan ratusan bus di sejumlah rute, baik BRT maupun non-BRT. Selain itu, perusahaan berlogo Monumen Nasional (Monas) itu juga tengah fokus mengembangkan layanan Transjabodetabek Bisnis dan Premium serta Bus Bandara.

Namun, bagi Anda yang rindu dengan kehadiran ‘Bus KTT’ ini jangan bersedih. Perum PPD masih menyimpan satu unit dengan kondisi yang sudah direstorasi seperti masa kejayaannya dahulu.Unit tersebut disimpan di salah satu depo milik Perum PPD di Ciputat dan biasanya muncul saat pameran-pameran tertentu. Kita tunggu saja kapan kemunculannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
transjakarta

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top