Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menguji Line Up Kendaraan Mitsubishi di Bali

Produk Mitsubishi mampu memberikan keuntungan ketika melalui jalanan yang bergelombang atau berlubang karena tetap memberikan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  04:04 WIB
Mitsubishi Xpander di IIMS 2019. - BISNIS.COM/
Mitsubishi Xpander di IIMS 2019. - BISNIS.COM/

Bisnis.com, JAKARTA - Bali adalah salah satu wilayah di Indonesia yang menjadi tujuan wisata paling populer bagi wisatawan, baik dalam maupun luar negeri. Di Pulau Dewata ini pengunjung bisa menikmati pemandangan alam pegunungan dan pantai.

Kondisi geografis Bali yang membuatnya memiliki struktur jalan berkelok, naik, turun, dan rata merupakan tempat yang tepat bagi para pecinta otomotif di dalam negeri. Jalanan Pulau Dewata ini mampu menjadi ajang membuktikan ketangguhan dan kenyamanan kendaraan.

Pada kesempatan kali ini, Bisnis mendapatkan kesempatan sejumlah line up kendaraan-kendaraan Mitsubishi untuk dicoba di Bali, yakni 4x4 Outlander PHEV, New Triton, dan Xpander Cross. Total jumlah perjalanan yang ditempuh selama mencoba kendaraan-kendaraan tersebut mencapai 264 kilometer.

Pada hari pertama, kendaraan Mitsubishi yang dikendarai adalah kendaraan listrik hibrida colok (Plug in Hybrid Electric Vehicle/PHEV) 4x4 Outlander PHEV dan New Triton.

Berangkat dari The Patra Bali Resort, Bisnis menjajal kendaraan 4x4 Outlander PHEV. Kendaraan dengan harga lebih dari Rp1 miliar ini memiliki suspensi yang sangat empuk dan nyaman ketika kita berada di dalamnya.

Kondisi jalan yang tidak rata di beberapa titik tidak jadi masalah dengan suspensi yang sangat nyaman baik di jalan perkotaan maupun di pegunungan.

Tidak hanya itu, kendaraan ini juga kedap suara ketika mesin diaktifkan untuk mengisi baterai yang ada di dalam mobil. Ketika mode kendaraan listrik diaktifkan, maka ruang kabin akan lebih kedap dan menambah kenyamanan saat berkendara.

Untuk mengendarai kendaran ini, kita bisa memiliki menggunakan mode kendaraan listrik atau normal. Pada mode kendaraan listrik, motor menggerakan kendaraan dengan tenaga listrik dan baterai. Pada mode ini tentu tidak ada konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang keluar.

Kendaraan bahkan sangat responsif dan memiliki akselerasi yang cukup mumpuni saat mode listrik diaktifkan. Jalanan menanjak cukup tajam yang dilalui ketika menuju The View juga tidak menjadi masalah bagi kendaraan ini.

Dalam menggunakan kendaraan ini, kita juga tidak perlu khawatir jika listrik yang digunakan habis mengingat di dalam kendaraan ini terdapat mesin konvensional dengan ukuran kubikasi mesin mencapai 2.400 cc.

Selain untuk menambah akselerasi pada kecepatan tinggi, mesin yang ada pada kendaraan ini juga berfungsi sebagai pengisi daya baterai yang ada di dalamnya. Hanya saja, pengisian daya baterai menggunakan mesin bensin tidak dapat membuat baterai terisi 100 persen.

Imam Choeru Cahya, Head of Sales and Marketing Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), mengatakan mesin bensin yang di dalam kendaraan 4x4 Outlander PHEV memiliki fungsi utama sebagai generator.

Sementara penggerak kendaraan Outlander PHEV tersebut, dia menuturkan adalah motor listrik yang terpasang.

Perjalanan menggunakan kendaraan 4x4 Outlander PHEV berakhir di Danau Tamblingan. Dari tempat ini, Bisnis mendapatkan kesempatan menjajal kendaraan lainnya, yakni New Triton menuju Kebun Raya Bedugul dan Seres Spring Resort.

Tangguh merupakan gambaran utama ketika kita mengendarai New Triton. Berbagai medan jalanan yang tidak rata, menanjak, dan menurun tidak menjadi masalah ketika mengendarainya.

Kondisi ini dapat terjadi lantaran kendaraan ini memiliki dapur pacu yang mampu menghasilkan tenaga 181ps dan torsi 430N.

Tidak hanya itu, dengan ukuran badan yang cukup besar berbelok di jalanan Bali yang kecil dan sempit di beberapa titik juga menjadi lebih mudah. Kondisi ini dapat terjadi mengingat kendaraan ini memiliki radius putar 5,9 meter.

Bagi para pecinta off road, kendaraan ini memiliki fitur off road yang dapat digunakan ketika akan menggunakannya di jalanan off road.

Pada hari kedua di Bali, Bisnis berkesempatan menjajal kendaraan Xpander Cross, baik yang tipe manual maupun otomatis. Berbeda dengan Xpander sebelumnya yang merupakan mobil serbaguna, Xpander Cross merupakan kendaraan tipe Crossover SUV.

Salah satu perbedaan tersebut dapat dirasakan dari sisi supensi. Suspensi pada Xpander Cross terasa lebih keras dibandingkan dengan Xpander yang merupakan tipe mobil serbaguna.

Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Xpander yang juga pembalap, menilai kekerasan suspensi pada kendaraan Xpander Cross masih berada pada titik moderat.

“Mengingat ketika ground clearance ini dinaikan mobili tetap memerlukan respons kepada jalanan. Jika suspensinya seempuk Xpander sebelumnya, tentu kesannya akan terlihat langsung limbung,” katanya.

Penyesuaian suspensi yang dilakukan oleh Mitsubishi membuat antara handling dan performa, lanjutnya masih berada di area yang sangat diandalkan. Jadi, tidak ada kesan limbung ketika mobil berbelok ke kiri atau ke kanan meskipun badannya lebih tinggi.

“Ini penting untuk memberikan kepercayaan diri bagi pengemudi yang dengan mengendalikan mobil yang lebih tinggi tapi tetap manageable,” katanya.

Kemudian, ground clearance yang tinggi pada Xpander Cross juga memberikan keuntungan ketika melalui jalanan yang bergelombang atau berlubang karena tetap memberikan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitsubishi
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top