Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sport Utility Vehicle Kian Diminati

Berdasarkan data yang dikelola oleh PT Toyota Astra Motor (TAM), komposisi penjualan SUV di pasar domestik sepanjang Januari—Oktober 2019 mencapai 17,4%.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 28 November 2019  |  13:52 WIB
Model berpose bersama mobil Toyota All New Rush, di salah satu sudut Kota Bandung. - JIBI/Dedi Gunawan
Model berpose bersama mobil Toyota All New Rush, di salah satu sudut Kota Bandung. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaku industri otomotif menyatakan di tengah pasar yang lesu sepanjang tahun ini, komposisi penjualan kendaraan jenis sport utility vehicle (SUV) terus menunjukkan kenaikan.

Berdasarkan data yang dikelola oleh PT Toyota Astra Motor (TAM), komposisi penjualan SUV di pasar domestik sepanjang Januari—Oktober 2019 mencapai 17,4%. Jika dibandingkan dengan komposisi pada 2018 terjadi peningkatan 0,5%.

Adapun, komposisi terbesar masih dipegang oleh MPV sebesar 41,9%. Komposisi segmen ini relatif stabil dibandingkan dengan komposisi pada tahun lalu sebesar 42%.

Sisanya, pasar domestik terbagi ke dalam segmen hatchback sebesar 15,8% dan lainnya sebesar 24,9%. Pada tahun lalu, masing-masing segmen tersebut berkontribusi sebesar 15,7% dan 15,7% terhadap total penjualan kendaraan roda empat.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan pergeseran komposisi ini disebabkan oleh hadirnya model baru dan pesaing baru di segmen ini. Hal ini juga terjadi pada segmen pasar Toyota.

Dia menjelaskan pada periode yang sama, kontribusi pasar SUV meningkat dari 21,1% pada tahun lalu menjadi 24,2%. Di sisi lain, MPV masih menjadi kontributor utama penjualan sebanyak 61,1%, sedikit turun dari 62,8% pada 2018. Sisanya, pasar Toyota tahun ini dikontribusi segmen sedan buntung sebesar 9,7% dan lainnya sebesar 5,1%.

Bagi Toyota, pergeseran ini secara khusus disebabkan oleh performa penjualan Rush yang menanjak pada tahun ini. Dia menuturkan saat ini penjualannya bisa mencapai 5.000 unit per bulan, lebih tinggi dari penjualan tahun lalu sekitar 2.000 unit per bulan.

“Komposisi pasar tidak terlalu berbeda, MPV tetap jadi dominasi market, tapi yang berbeda adalah SUV mengalami peningkatan 17,4%. Di Toyota, salah satu pendorongnya adalah Rush, dulu penjualannya di bawah 2.000 unit, sekarang sekitar 5.000 unit per bulan,” katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Menurutnya, salah satu kunci larisnya Rush pada tahun ini adalah perubahan konfigurasi penumpang menjadi tujuh orang, berbeda dari generasi sebelumnya yang hanya lima orang. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi pasar domestik yang lebih menggemari kendaraan tujuh penumpang.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan Rush sepanjang 10 bulan tahun ini mencapai 52.353 unit. Dibandingkan dengan pada periode yang sama tahun lalu, penjualan Rush meningkat 15,94%.

Daihatsu juga turut menikmati tren positif tersebut. Model Terios sebagai kembaran Rush juga mengalami pertumbuhan penjualan di tengah pasar yang sepi. Hal ini, turut membuat kontribusinya terhadap total penjualan Daihatsu mengalami peningkatan.

Marketing Division Head PT Astra International Tbk. – Daihatsu Head Office Hendrayadi Lastiyoso mengatakan bahwa penjualan Terios kini mulai menyamai angka penjualan Xenia sebagai model terlaris kedua Daihatsu.

Mengutip data Gaikindo, total penjualan Terios sepanjang tahun ini mencapai 19.756 unit, mengungguli penjulaan Xenia yang mencapai 18.465 unit. Namun, dua model tersebut sama-sama mengalami penurunan penjualan, masing-masing sebesar 21,51% dan 25,6% secara tahunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penjualan mobil Pasar SUV
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top