Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cybertruck Tesla Direspons Negatif

Sejumlah pihak meragukan bahwa mobil ini akan berdampak terhadap sustainibilitas energi di negera tersebut.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 23 November 2019  |  07:24 WIB
Cybertruck - Tesla
Cybertruck - Tesla

Bisnis.com, JAKARTA – Tesla baru saja merilis mobil pikap kabin ganda elektriknya di Amerika Serikat. Namun, sejumlah pihak meragukan bahwa mobil ini akan berdampak terhadap sustainibilitas energi di negera tersebut.

Analis Konsultan Otomotif Edmunds Jessica Caldwell mengatakan bahwa mobil itu tampaknya hanya menyasar segmen pasar kecil. Hal itu membuat harapan Musk agar mobil ini berkontribusi terhadap perkembangan energi terbarukan di Amerika Serikat tampak muskil.

“Saya rasa truk itu adalah truk buat dia [Elon Musk, CEO Tesla] dan teman-temannya di Sillicon Valley, bukan untuk orang-orang yang benar-benar membutuhkan truk untuk kegiatan usahanya,” katanya dikutip dari Reuters, Jumat (22/11/2019).

Dari presentasi yang dilakukan di Los Angeles, Amerika Serikat pada Kamis (21/11/2019) waktu setempat, mobil ini tak seperti truk pada umumnya. Bentuknya lebih mirip bat mobile ketimbang truk yang ada saat ini.

Mobil yang akan diproduksi massal mulai akhir 2021 ini juga dilengkapi dengan fitur yang tidak diperlukan oleh mayoritas pengguna truk saat ini. Contohnya bagian bodi menggunakan ultra-hard stainless steel yang lebih cocok untuk kebutuhan militer.

Mobil berjuluk Cybertruck ini akan dipasarkan dengan harga mulai dari US$39.900 atau sekitar Rp562 juta dengan kurs saat ini. Varian lainnya akan dipasarkan dengan harga US$49.900 dan US$69.900. Model termahal menawarkan daya tempuh lebih dari 800 km.

Mengenai bentuk dan modelnya yang tidak biasa, CEO Tesla Elon Musk menyatakan bahwa dia ingin membawa kebaruan pada desain mobil truk. Menurutnya, desain truk saat ini masih sama dengan truk 100 tahun lalu dan butuh pembaruan desain.

“Truk selalu sama untuk waktu yang sangat lama, mungkin sekitar 100 tahun. Kita butuh sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

Desain mobil yang mampu mencapai kecepatan 60 mil/jam dalam waktu 2,9 detik ini rupanya terinspirasi dari mobil sport Lots Esprit yang digunakan dalam film James Bond pada era 1970-an berjudul Spy Who Loved Me. Di film itu, mobil tersebut dapat menjadi kapal selam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Tesla Motors
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top