GMM Bujuk Volkswagen Pasarkan Mobil Listriknya di Indonesia

PT Garuda Mataram Motor (GMM), agen pemegang merek (APM) Volkswagen (VW), tengah mendorong pihak prinsipal agar memasarkan kendaraan listriknya di Indonesia.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 10 November 2019  |  02:43 WIB
GMM Bujuk Volkswagen Pasarkan Mobil Listriknya di Indonesia
Di masa depan, pabrik Hanover akan memproduksi stasiun pengisian cepat yang fleksibel dari Grup Volkswagen Komponen. - VOLKSWAGEN

Bisnis.com, JAKARTA – PT Garuda Mataram Motor (GMM), agen pemegang merek (APM) Volkswagen (VW), tengah mendorong pihak prinsipal agar memasarkan kendaraan listriknya di Indonesia.

COO GMM Jonas Chendana mengatakan prinsipal menilai Indonesia belum memiliki infrastruktur yang mencukupi sebagai pasar mobil listrik. Meski demikian, pihaknya masih berupaya meyakinkan prinsipal untuk membawa mobil listrik VW ke dalam negeri.

"Mereka tidak melihat bahwa Indonesia ini bisa cepat infrastrukturnya, tapi kemarin kita sudah bilang pemerintah di sini sudah mendorong, cuma kan memang dari sisi infrastruktur ini butuh waktu lama. Jadi, kami dorong supaya indonesia dimasukkan ke dalam list," tuturnya, Sabtu (9/11/2019).

Di sisi lain dia mengatakan bahwa VW masih menunggu sejumlah aturan turunan dari peraturan percepatan program mobil listrik yang dituangkan melalui Perpres No. 55/2019. Hal ini akan menjadi pertimbangan tambahan bagi merek Jerman ini untuk turut mengembangkan produksi mobil listrik di Indonesia.

Saat ini, lanjutnya, negara yang dinilai sudah memiliki infrastruktur penunjang tang memadai dan potensi pasar yang menjanjkan untuk mobil listrik adalah China. Negara ini juga dinilai memiliki kesiapan paling baik untuk menjadi tempat produksi mobil listrik VW di luar Jerman.

Jonas menambahkan pihak prinsipal juga masih memetakan fokus area pemasaran mereka di era mobil listrik nanti. Hal ini turut mempertimbangkan Indonesia sebagai pasar potensial di Asia Tenggara.

Kendati demikian, Jonas cenderung pesimistis VW dapat mengikuti program percepatan mobil listrik di Indonesia. Pasalnya, dalam aturan yang ada saat ini, relaksasi pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hanya dapat diberikan untuk kendaraan terelektrifikasi yang diproduksi atau dirakit di Indonesia dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tertentu.

"Kalau dari sisi Volkswagen, kami tidak yakin [produksi di dalam negeri] bisa dilakukan dengan cepat, mestinya yang paling siap cuma China, untuk di luar Jerman. Balik lagi ke regulasi, saat ini pemerintah mengizinkan insentif pajak untuk jualan mobil assembling di sini, untuk itu kami belum siap, bukan gak siap," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, volkswagen

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top