Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelonggaran Pajak Bakal Kerek Daya Beli Konsumen Otomotif

Supaya harga tidak terlalu mahal, pajak perlu dikurangi sehingga dapat memicu konsumsi.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 31 Oktober 2019  |  22:16 WIB
ilustrasi - bisnis.com
ilustrasi - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengarapkan pemerintah daerah dapat memberikan pelonggaran pajak kendaraan untuk menggenjot pertumbuhan industri otomotif pada tahun depan.

Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam menjelaskan hal itu akan menambah gairah pasar otomotif domestik yang tengah mengalami stagnasi, bahkan penurunan. Hal ini juga akan memaksimalkan bauran kebijakan moneter yang cenderung lebih longgar.

“Tidak cukup untuk kebijakan moneter untuk angkat demand. Supaya harga jangan terlalu mahal, pajak harus dikurangi, supaya bisa memicu konsumsi, selama ini dengan suku bunga rendah, dengan kemudahan,” katanya kepada Bisnis, Kamis (31/10/2019).

Di sisi lain untuk jangka panjang, dia mengharapkan produktivitas industri otomotif dalam negeri dapat dipacu untuk menekan harga mobil di pasaran. Hal ini, lanjutnya, juga perlu diiringi dengan efisiensi pelaku industri otomotif dalam jangka pendek.

Salah satunya dengan meningkatkan lokalisasi komponen di dalam negeri. Hal ini akan membuat industri otomotif tidak lagi bergantung pada komponen impor yang akan terpengaruh nilai tukar rupiah di masa mendatang.

Bob menuturkan pihaknya belum memiliki proyeksi pasar ataupun target untuk tahun depan. Dia mengatakan bahwa faktor ketidakpastian global yang melanda saat ini menyebabkan penyusunan proyeksi tertunda.

“Mestinya di Oktober biasanya, cuma kan belum banyak mengeluarkan proyeksi tahun depan. Biasanya kalau certain, jauh-jauh hari juga bisa dikeluarin, jadi ya mungkin tahun depan mungkin dengan ketidakpastian, atau underexpectation, jadi belum ada,” katanya.

Menurutnya, ketidakpastian itu tidak lain disebabkan oleh kondisi ekonomi global yang masih belum membaik. Isu perang dagang, ditambah dengan stagnasi penjualan di pasar domestik turut menjadi faktor ketidakpastian ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak kendaraan bermotor
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top