Toyota 'Ngebut' Sendirian di Pasar Sedan

Kendati terjadi penurunan penjualan segmen mobil sedan sepanjang Januari—Agustus 2019, Toyota justru mampu mencatatkan pertumbuhan.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 10 Oktober 2019  |  11:29 WIB
Toyota 'Ngebut' Sendirian di Pasar Sedan
Toyota Crown - Toyota

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati terjadi penurunan penjualan segmen mobil sedan sepanjang Januari—Agustus 2019, Toyota justru mampu mencatatkan pertumbuhan.

Mengutip data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan mobil sedan pada Januari—Agustus mencapai 4.047 unit, menurun 17,46% dibandingkan periode yang sama pada 2018.

Kendati demikian, Toyota berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 33,8% menjadi 1.924 unit. Peningkatan penjualan pada sejumlah model, khususnya All New Camry dan Vios, menjadikan Toyota satu-satunya merek yang mencatatkan pertumbuhan pada segmen sedan.

Model Vios G bertransmisi otomatis terjual sebanyak 263 unit pada periode tersebut. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penjualannya meningkat 77,7%. Penjualan model Vios E juga tumbuh 23,26% menjadi 53 unit pada periode yang sama.

All New Camry 2.5 Hybrid Mi juga menjadi salah satu model pendorong penjualan Toyota di segmen mobil sedan. Penjualannya mencapai 128 unit, melesat dibandingkan penjualan pada periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 24 unit.

Tak hanya varian hibrida model tersebut yang laris manis pada tahun ini. Model Toyota All New Camry 2.5 V tercatat sebagai mobil sedan milik Toyota yang paling laris dengan total penjualan mencapai 1.035 unit.

Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandi menyatakan bahwa rata-rata penjualan Camry setiap bulan mencapai 100—150 unit. Capaian ini diklaim lebih baik dibandingkan kinerja pada tahun sebelumnya yang umumnya berada di bawah 100 unit per bulan.

“Saya rasa jika dibandingkan dengan penjualan total memang tidak besar tetapi untuk ukuran sedan sendiri sudah lumayan,” ujarnya kepada Bisnis belum lama ini.

Dia menjelaskan, secara umum pasar sedan pada tahun ini tidak berubah banyak tetapi peluang untuk bertumbuh masih cukup baik. Pasalnya, sedan yang dirilis saat ini lebih stylish dan lebih canggih dengan beragam fitur yang dihadirkan.

Faktor pendorong lainnya ialah rencana pemerintah untuk harmonisasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Menurutnya, jika PPnBM nantinya berdasarkan emisi, maka sedan masih memiliki kesempatan berkembang di Indonesia.

Sebelumnya, dia juga mengatakan bahwa penjualan mobil hibrida di Indonesia mulai tumbuh pesat pada tahun ini. Padahal, pada 2017 rata-rata penjualannya per bulan hanya mencapai belasan unit. Hal ini terlihat dari tren penjualan model All New Camry Hybrid Mi pada tahun ini.

Model Crown 2.5 Hybrid juga berkontribusi mengerek penjualan Toyota pada segmen sedan. Penjualan mobil ini tercatat mencapai 101 unit yang terjadi pada Agustus. Pembelinya tak lain adalah Pemerintah yang akan menggunakannya sebagai mobil dinas para menteri kabinet baru.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pasar sedan, toyota astra motor

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top