Penjualan Pikap Gran Max di Bali Kembali Menggeliat

Daihatsu mengklaim pangsa pasar kendaraan niaga Gran Max Pick Up (PU) di wilayah Bali meningkat seiring membaiknya kondisi perekonomian pada paruh kedua tahun ini.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  15:48 WIB
Penjualan Pikap Gran Max di Bali Kembali Menggeliat
Gran Max Pick Up - Daihatsu

Bisnis.com, JAKARTA – Daihatsu mengklaim pangsa pasar kendaraan niaga Gran Max Pick Up (PU) di wilayah Bali meningkat seiring membaiknya kondisi perekonomian pada paruh kedua tahun ini.

Sepanjang Mei—Juli 2019, pangsa pasar mobil niaga itu anjlok hingga di bawah 30%. Namun, saat ini pangsa pasarnya sudah menyentuh 31,9%. Hingga akhir tahun ini, pangsa pasar Gran Max PU diproyeksikan dapat menembus 37%, atau naik sekitar 5%.

Berdasarkan data registrasi di Kepolisian (Polreg), Daihatsu Gran Max PU masih berada di posisi kedua pasar pick up low di Bali. Posisi pertama masih dipegang Suzuki yang memimpin pasar di angka 68%.

Kepala Wilayah PT Astra International Tbk—Daihatsu Sales Operation Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Tunjung Pramusinto mengatakan bahwa kompetisi pada segmen pikap cukup berat dengan agresifnya kompetitor merilis produk baru.

Namun, dia menuturkan model Gran Max Pick dapat mencatatkan peningkatan pangsa pasar dengan adanya sejumlah paket kompetitif yang ditawarkan kepada konsumen.

“Kami juga menghadirkan paket kompetitif walaupun produk yang kami tawarkan masih produk lama, tetapi ternyata berhasil dan pangsa pasar kami malah meningkat,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (8/10/2019).

Dia menjelaskan meski tak menghadirkan prorduk baru pada segmen ini, minat konsumen terhadap Gran Max PU tetap tumbuh. Dia mengklaim hal itu disebabkan oleh meningkatnya kepercayaan konsumen, terutama pelaku usaha, untuk menggunakan Gran Max PU.

Tunjung menyatakan dari tiga wilayah tersebut, Gran Max PU hanya kalah dari Suzuki di Bali dan NTB. Adapun, di Jawa Timur dan NTT, Gran Max berada di urutan pertama dengan perolehan pangsa pasar di atas 70%. Bahkan di NTT, pangsa pasar Gran Max PU mencapai 88,14%.

Berdasarkan data Polreg, sepanjang Januari-Agustus di wilayah Jatim, Bali, dan Nusra, pasar pikap turun sekitar 17% dari periode yang sama pada 2018. Penurunan itu sejalan dengan penjualan industri otomotif secara nasional sekitar yang menurun sekitar 11%.

Pada periode tersebut, rata-rata penjualan mobil pikap setiap bulannya mencapai 770 unit. Pada periode yang sama tahun lalu rata-rata penjualan mencapai 923 unit per bulan. Dari jumlah itu, Daihatsu Gran Max PU masih memimpin penjualan dengan meraih rata-rata penjualan 457 unit per bulan dengan pangsa pasar 59,41%.

Suzuki, menduduki posisi kedua melalui model Suzuki Futura dengan rata-rata penjualan 259 unit per bulan dan pangsa pasar 22,47%. Posisi ketiga diduduki oleh Suzuki Carry dengan rata-rata penjualan 31 unit per bulan (4,12%), sedangkan posisi keempat ditempati oleh Mitsubishi T120SS dengan rata-rata penjualan 19 unit per bulan (2,48%).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daihatsu, penjualan mobil

Editor : Galih Kurniawan
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan
Top