Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Diharapkan Tak Hanya Jadi Pasar Kendaraan Listrik

Bisnis.com, JAKARTA - Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55/2019 tentang Percepatan Program Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai menjadi tonggak awal bagi Indonesia untuk menyongsong era efisiensi energi.
Dionisio Damara
Dionisio Damara - Bisnis.com 03 September 2019  |  12:01 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) mengendarai sepeda motor listrik menuju lokasi acara Indonesia Startup Summit 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Menristekdikti Mohamad Nasir (kiri) mengendarai sepeda motor listrik menuju lokasi acara Indonesia Startup Summit 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (10/4/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55/2019 tentang Percepatan Program Pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai menjadi tonggak awal bagi Indonesia untuk menyongsong era efisiensi energi.

Kendati demikian, Indonesia perlu mematangkan konsep agar Perpres tersebut turut mendongkrak pasar otomotif nasional, sehingga sektor tersebut mampu memproduksi dan mengembangkan kendaraan berbasis tenaga listrik.

Djoko Setijowarno, Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, berpendapat bahwa Indonesia tidak bisa sekadar menjadi pasar kendaraan listrik. Oleh karena itu, kepentingan riset dan pengembangan kendaraan listrik dalam negeri perlu digenjot untuk mewujudkan kedaulatan industri tersebut. 

Dia meyakini, dengan sumber daya alam beserta kualitas sumber daya manusia yang mumpuni, Indonesia dianggap mampu memproduksi kendaraan listrik secara mandiri. 

"Indonesia harus berdaulat kendaraan bermotor listrik. Bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, namun bisa diekspor le luar negeri," ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kurangi kemacetan

Selain itu, dia menambahkan, penetapan Perpres itu perlu diikuti dengan sinergisi kebijakan dan indikator kinerja utama antara kementerian dan lembaga terkait. 

Langkah itu, tambahnya, bertujuan agar kebijakan tersebut tidak hanya meredam polusi udara, tetapi juga secara simultan mengurangi kemacetan lalu lintas, menekan angka kecelakaan, dan mengurangi konsumsi bahan bakar minyak.

"Oleh karena itu, insentif pengembangan transportasi umum menggunakan kendaraan bermotor listrik harus diberikan lebih besar dari insentif pengembangan untuk kendaraan pribadi listrik. Kalau tidak begitu, polusi berkurang, namun kemacetan tak berkurang, hanya berganti moda."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik otomotif Sepeda Motor Listrik
Editor : Pamuji Tri Nastiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top