Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polusi Udara Meningkat, Industri Otomotif Jangan Dikambinghitamkan

Indeks pencemaran udara DKI Jakarta yang terus meningkat kerap dikaitkan dengan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat. Artinya, para produsen kendaraan menjadi 'kambing hitam' dari permasalahan tersebut.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 04 Juli 2019  |  18:40 WIB
Polusi udara Jakarta. Gambar diambil menjelang Asian Games tahun lalu. - Reuters
Polusi udara Jakarta. Gambar diambil menjelang Asian Games tahun lalu. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks pencemaran udara DKI Jakarta yang terus meningkat kerap dikaitkan dengan jumlah kendaraan bermotor yang terus meningkat. Artinya, para produsen kendaraan menjadi 'kambing hitam' dari permasalahan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengakui bahwa industri otomotif memang berkontribusi dalam pencemaran udara tetapi juga perlu dilihat sumber-sumber polusi lain seperti pabrik.

"Kalau bicara polusi, seolah-olah semua adalah dosanya industri otomotif. Padahal penyebabnya banyak, pembangkit listrik tenaga batu bara, dan pabrik-pabrik laiN juga menyebabkan polusi. Namun, saya tidak mau membanding-bandingkan,"ujarnya di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Dia pun menyampaikan usaha-usaha industri otomotif bersama pemerintah dalam mengurangi polusi sudah dilakukan, salah satunya adalah penerapan Euro 4. Nangoi memandang bila semua kendaraan sudah menggunakan bahan bakar berstandar Euro 4 tentunya akan membantu mengurangi polusi udara.

"Permasalahannya apakah semua [bahan bakar] sudah Euro 4 ini kita masih belum tahu. Tanya ke Pak Jonan [Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral], apakah bahan bakar yang dikeluarkan sudah Euro 4 atau tidak." imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Uji Emisi Polusi Udara
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top