Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Persaingan City Car : Honda Brio RS Salip Suzuki Ignis

Honda Brio RS menggusur Suzuki Ignis sebagai penguasa pasar mobil perkotaan pada 4 bulan pertama 2019. Setelah merajai pasar 2018, penjualan Ignis awal tahun ini melambat, sementara Brio RS berlari kencang.
Thomas Mola
Thomas Mola - Bisnis.com 26 Juni 2019  |  13:00 WIB
All-new Honda Brio.  - HPM
All-new Honda Brio. - HPM

Bisnis.com, JAKARTA—Honda Brio RS menggusur Suzuki Ignis sebagai penguasa pasar mobil perkotaan pada 4 bulan pertama 2019. Setelah merajai pasar 2018, penjualan Ignis awal tahun ini melambat, sementara Brio RS berlari kencang.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat pasar mobil perkotaan (city car) dihuni oleh enam model yakni Suzuki Ignis, Honda Brio RS, Datsun Cross, Nissan March, Daihatsu Sirion, dan Hyundai i10. Dari jumlah itu, Suzuki Ignis dan Honda Brio bersaing ketat menjadi yang terlaris.

Tahun lalu, Ignis menjadi rajanya city car dengan raihan 44,45% pangsa dari total pasar mobil perkotaan yang sebanyak 31.051 unit. Honda Brio RS harus puas pada posisi kedua dengan 38,78% pangsa pasar pada 2018.

Kondisi ini berbalik pada awal tahun ini, seiring dengan perubahan fokus penjualan Suzuki dan pembatasan importasi Suzuki Ignis. Honda Brio RS langsung menyodok ke posisi teratas dengan penguasaan mutlak pasar city car.

Irit bahan bakar, mobil kompak dan desain yang lebih sportif menjadi ciri khas mobil berkotaan. Honda mencaplok 59,35% dari total pasar city car sebanyak 31.051 unit, sementara Suzuki Ignis harus puas dengan 23,10%. Brio RS tergolong model baru berkat penyegaran yang dilakukan Honda tahun lalu.

Marketing and After Sales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan, tren penjualan Brio sejak peluncuran sangat positif baik untuk Brio Satya maupun Brio RS. Brio Satya yang bermain pada segmen low cost green car (LCGC) tumbuh 108%, sementara Brio RS tumbuh 129%.

“Tren penjualan sangat positif sejak peluncurannya. Data ritel kami menunjukkan ada kenaikan 108% untuk Brio Satya dan 129% untuk Brio RS,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (25/6/2019).

Untuk mengingatkan, Honda menghadirkan All New Honda Brio pada GIIAS 2018 lalu. Generasi terbaru Brio itu memberi penekanan pada desain yang semakin dinamis, sportif dengan dimensi lebih besar sehingga kabin dan bagasi diklaim lebih lapang sekaligus fungsional.

Generasi terbaru ini menggunakan mesin mesin i-VTEC berkapasitas 1,2 liter yang diklaim irit bahan bakar. Beragam keunggulan itu membuat Brio RS menjadi salah satu pilihan konsumen khususnya segmen anak muda.

Pada 2018, Brio (Satya & RS) juga masuk dalam jajaran 10 besar model terlaris di Tanah Air. Model ini menjadi salah satu tulang punggung penjualan Honda di Tanah Air dan telah dikapalkan ke beberapa negara Asean.

“Melihat perkembangan ini perkiraan pasar akan tumbuh 5% di segmen ini,” tambah Jonfis.

4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra mengatakan, pertumbuhan pasar sangat tergantung pada tiga hal yakni adanya produk baru, insentif dari regulasi dan kondisi ekonomi. Model city car masih akan tumbuh positif pada tahun ini sejalan dengan tren kebutuhan mobil kecil yang makin membesar.

Menurutnya, permintaan Ignis sejauh ini masih sangat baik karena merupakan permintaan alami (natural demand) dari konsumen. Pasalnya, pada tahun ini fokus aktivitas marketing SIS diarahkan untuk dua model yang diproduksi dalam negeri yakni New Carry pikap dan All New Ertiga.

“Ignis tidak ada inden, aman. Kalau kami melakukan aktivitas [marketing], permintaan bisa naik. Jadi kalau bicara permintaan ada yang natural demand karena kami fokus menjual produk yang kami produksi lokal,”ujarnya baru-baru ini.

Adapun, Ignis merupakan salah satu city car yang didatangkan secara utuh (completely built-up/CBU) oleh Suzuki dari India. Faktor kestabilan ekonomi dan fluktuasi rupiah membuat Suzuki menahan impor karena terkait nilai tukar.

Donny menjelaskan, kegiatan importasi termasuk Ignis tergantung dari permintaan yang masuk dari konsumen. Hingga sejauh ini, klaimnya, rerata penjualan Ignis pada kisaran 1.000 unit per bulan.

“Ritelnya sama, wholesales [pengiriman kendaran ke dealer] itu merefleksikan penjualan bulan berikutnya. Untuk daerah Jawa dan Sumatra seperti itu, untuk daerah lain bisa 2 bulan,” tambahnya.

Donny menambahkan, SIS juga belum berencana untuk mendatangkan Ignis terbaru yang telah mengalami beberapa pembaruan minor di India. Menurutnya, fokus perusahaan tahun ini masih pada produk yang diproduksi di dalam negeri.

“Tahun ini kami fokus ke Ertiga dan New Carry pikap di komersial, semester kedua ada SUV [sport utility vehicle], itu saja,”tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Honda Brio Suzuki Ignis
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top