Toyota Indonesia Ekspansi Ekspor Ke Amerika Tengah

Walaupun kinerja ekspor utuh Toyota di periode catur wulan pertama 2019 ini kurang memuaskan, Toyota Motor Manufacturung Indonesia (TMMIN) tidak mengoreksi target pertumbuhan ekspor dan masih optimistis pertumbuhan di atas 5% hingga akhir 2019 dapat dipenuhi.
Aprianus Doni Tolok | 24 Mei 2019 17:11 WIB
Presiden Joko Widodo, dan Presiden Director PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Cahyono pada acara peluncurkan ekspor mobil Toyota di Jakarta. - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA - Walaupun kinerja ekspor utuh (completely built up/CBU) Toyota di periode catur wulan pertama 2019 ini kurang memuaskan, Toyota Motor Manufacturung Indonesia (TMMIN) tidak mengoreksi target pertumbuhan ekspor dan masih optimistis pertumbuhan di atas 5% hingga akhir 2019 dapat dipenuhi.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam mengatakan akan ada ekspansi ekspor ke sejumlah negara di kawawan Amerika Tengah.

“Belum ada koreksi terhadap target ekspor. Kami masih optimis target pertumbuhan di atas 5% dapat tercapai. Mulai pertengahan tahun, akan ada ekspansi ekspor ke beberapa negara tujuan baru di kawasan Amerika Tengah. Ditambah adanya permintaan fleet order dari negara-negara Timur Tengah diharapkan bisa membantu tercapainya target yang ditetapkan,”paparnya dalam pernyataan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (24/5/2019).

Menurutnya, ekspansi ekspor ke negara tujuan di kawasan Amerika Tengah tersebut melalui proses panjang. Studi pasar termasuk peraturan dan regulasi di negara kandidat tujuan ekspor baru dilakukan langsung oleh divisi terkait di TMMIN sejak tahun lalu.

Pada November 2018, TMMIN mengundang para distributor dari kandidat negara tujuan ekspor baru ke Indonesia untuk melihat proses produksi di pabrik Karawang serta berdiskusi mengenai hal-hal yang terkait dengan tren pasar dan karakteristik konsumen di negara-negara tersebut. Setelah seluruh proses studi selesai, TMMIN kemudian mengusulkan potensi perluasan ekspor ini ke pihak prinsipal untuk mendapatkan persetujuan.

“Persaingan yang semakin sengit, ditambah dengan kondisi ekonomi global yang kurang stabil, membuat kami harus semakin proaktif dalam meningkatkan performa ekspor, tidak hanya menunggu order dari prinsipal. TMMIN membuat divisi khusus yang bertugas mencari pasar-pasar tujuan ekspor baru sebagai upaya dalam menjawab tantangan tersebut,”lanjut Bob.

Toyota Indonesia telah melakukan kegiatan ekspor sejak 1987 yang dimulai dengan pengapalan Kijang generasi ketiga ke Brunai Darusalam. Momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak berjalannya proyek Innovative International Multipurpose Vehicle (IMV) pada 2004.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ekspor Mobil, toyota motor manufacturing indonesia

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top