Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Baterai Kendaraan Listrik 2019 Diproyeksi Naik 68,59%

Pasar baterai kendaraan listrik secara global diproyeksikan meningkat 68,59% hingga US$204 miliar pada 2019. Peningkatan tersebut didorong oleh berkembangnya penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif kendaraan berbahan bakar fosil.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  14:40 WIB
Sistem baterai untuk Volkswagen e-Golv sedang diproduksi di pabrik Brunswick. - Volkswagen AG
Sistem baterai untuk Volkswagen e-Golv sedang diproduksi di pabrik Brunswick. - Volkswagen AG

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar baterai kendaraan listrik secara global diproyeksikan meningkat 68,59% hingga US$204 miliar pada 2019. Peningkatan tersebut didorong oleh berkembangnya penggunaan kendaraan listrik sebagai alternatif kendaraan berbahan bakar fosil.

Berdasarkan riset produsen baja Posco, nilai pasar baterai kendaraan listrik diproyeksikan tumbuh pada tahun ini seiring pertumbuhan penjualan kendaraannya. Diproyeksikan pangsa kendaraan listrik secara global pada 2019 melebihi 4% dari seluruh penjualan kendaraan bermotor.

Pasar baterai listrik secara global pada tahun ini diproyeksikan mencapai US$204 miliar, meningkat 68,59% dibandingkan nilai pasar 2018 sebesar US$121 miliar. Adapun capaian pada 2018 tersebut meningkat 47,56% dibandingkan nilai pasar 2017 sebesar US$82 miliar.

Pertumbuhan nilai pasar tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik. Pada 2019, penjualan kendaraan listrik diproyeksikan mencapai 4 juta unit atau lebih meningkat 103,04% dibandingkan 2018.

Sebelumnya, pada 2018 penjualan kendaraan listrik secara global mencapai 1,97 juta unit, meningkat 50,25% dibandingkan pada 2017 sejumlah 980.000 unit.

"Kaitannya dengan [pertumbuhan] kendaraan listrik, industri baterai berpotensi tumbuh lebih signifikan karena penerapannya yang luas: untuk smartphone, tablet, drone, dan robot," tertulis dalam keterangan resmi Posco, belum lama ini.

Pertumbuhan nilai pasar tersebut ditangkap sebagai peluang oleh beberapa perusahaan, salah satunya Dyson. Perusahaan teknologi asal Inggris ini membangun pabrik di Singapura Oktober 2018 lalu yang menandakan masuknya Dyson ke segmen kendaraan listrik.

Selain Dyson, perusahaan lain seperti GM, Honda Motor, Ford, Volkswagen, Panasonic, dan Toyota turut menggarap pengembangan kendaraan listrik. Bahkan, dalam keterangan resmi Posco, dijelaskankan LG Chem, SK Innovation dan beberapa perusahaan lain bekerja sama dengan Volkswagen untuk membangun pabrik raksasa baterai kendaraan listrik di Eropa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Posco Baterai Mobil Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top