Penyebab Penjualan D-Max Turun Drastis

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berhasil memasarkan Isuzu D-Max hanya 450 unit sepanjang tahun lalu. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia mencatat angka tersebut turun nyaris 60% dari periode sebelumnya yakni 1.114 unit.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  21:40 WIB
Penyebab Penjualan D-Max Turun Drastis
Isuzu D-Max penetrasi pasar industri pertambangan. - ISUZU

Bisnis.com, JAKARTA - PT PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berhasil memasarkan Isuzu D-Max hanya 450 unit sepanjang tahun lalu. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat angka tersebut turun nyaris 60% dari periode sebelumnya yakni 1.114 unit. Gaikindo juga mencatat Isuzu memangkas satu varian D-Max dari tiga varian pada 2017 menjadi dua varian pada tahun lalu.

General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengatakan, penjualan kendaraan kabin ganda D-max tahun lalu sedikit menantang. Isuzu akan melakukan evaluasi menyeluruh termasuk fitur yang ditawarkan di pasar Indonesia.

"Spesifikasi D-max kami ketinggian untuk pasar Indonesia karena kami masuk ke fleet, jadi sangat fluktuasi. Spesifikasi terlalu tinggi membuat harga jadi tidak bersaing," paparnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Pasalnya, D-Max yang lebih banyak menyasar konsumen fleet pada sektor pertambangan dinilai terlalu tinggi spesifikasinya sehingga harga tidak kompetitif. Untuk itu Isuzu juga berencana melakukan penyesuaian fitur sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.

Tidak jauh berbeda, data Isuzu pun menunjukkan penjualan retail kabin ganda D-Max sepanjang 2018 mencapai 528 unit atau anjlok 59,1% ketimbang tahun sebelumnya yang mencapai 1.291 unit. Pada tahun ini, IAMI menargetkan penjualan D-Max sebanyak 680 unit, naik 28% bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
isuzu

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top