Skandal Diesel, Jaksa Jerman Pertimbangkan Denda Bosch

Jaksa di kota Stuttgart Jerman mencari kemungkinan denda bagi pemasok mobil Robert Bosch karena menyediakan perangkat lunak manajemen mesin kepada Volkswagen yang digunakan pembuat mobil untuk menipu uji emisi kendaraan pada 2015.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 09 Februari 2019  |  00:00 WIB
Skandal Diesel, Jaksa Jerman Pertimbangkan Denda Bosch
Logo Bosch terlihat di Reutlingen, Jerman, 16 Juni 2017. - REUTERS/Michaela Rehle

Bisnis.com, FRANKFURT - Jaksa di kota Stuttgart Jerman mencari kemungkinan denda bagi pemasok mobil Robert Bosch karena menyediakan perangkat lunak manajemen mesin kepada Volkswagen yang digunakan pembuat mobil untuk menipu uji emisi kendaraan pada 2015.

Volkswagen telah membayar lebih dari 27 miliar euro (US$31 miliar) sebagai hukuman karena menggunakan perangkat lunak ilegal untuk menyamarkan tingkat polusi yang berlebihan dari mobil dieselnya, yang memicu larangan peraturan global yang kini telah mencapai Bosch.

"Adalah benar bahwa Kantor Jaksa Penuntut Umum Stuttgart telah membuka proses denda moneter terhadap Robert Bosch GmbH," kata juru bicara perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (8/2/2019).

"Prosesnya berkaitan dengan penyelidikan terhadap karyawan Robert Bosch GmbH sehubungan dengan penggunaan perangkat lunak yang diduga dimanipulasi dalam unit kontrol kendaraan diesel," tambah Bosch.

Jaksa Jerman tahun lalu mendenda Volkswagen 1 miliar euro dan saudara perempuannya merek Audi 800 juta euro karena kesalahan pengawasan manajemen yang memungkinkan mobil-mobil yang berpolusi menabrak jalan.

Majalah mingguan Jerman Der Spiegel melaporkan pada hari Jumat bahwa Volkswagen sedang meninjau apakah akan mencari kerusakan hingga 1 miliar euro dari Bosch. Volkswagen menolak mengomentari laporan itu.

Bosch mengatakan, "Hubungan dengan pelanggan dijaga kerahasiaannya. Hubungan produsen mobil-pemasok antara Bosch dan Volkswagen telah terjadi selama beberapa dekade. Kami tidak bisa membayangkan tindakan seperti itu terhadap Bosch.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bosch

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top