Bangun Pabrik di Morowali, Indonesia Ingin Masuk Rantai Pasok Baterai Listrik

Pemerintah berambisi agar Indonesia menjadi bagian penting dari rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik melalui pembangunan bahan baku baterai lithium di Morowali, Sulawesi Tengah.
Thomas Mola & Sri Mas Sari
Thomas Mola & Sri Mas Sari - Bisnis.com 14 Januari 2019  |  22:20 WIB
Bangun Pabrik di Morowali, Indonesia Ingin Masuk Rantai Pasok Baterai Listrik
Menteri Koordinasi Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang didampingi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto beserta Sekjen Kemenperin Haris Munandar (dua dari kanan), Dijen Ilmate Harjanto (kiri), Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI Dito Ganinduto berfoto bersama Managing Director PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) Hamid Mina (empat dari kiri), Bupati Morowali Taslim usai groundbreaking PT QMB New Energy di Morowali, Sulawesi Tengah, 10 Januari 2019. - KEMENPERIN

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah berambisi agar Indonesia menjadi bagian penting dari rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik melalui pembangunan bahan baku baterai lithium di Morowali, Sulawesi Tengah.

Ketersediaan modal sumber daya nikel, colbat dan mangan menjadi modal penting bersama dengan investasi PT. QMB New Energy Materials.

Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan, Indonesia memiliki bahan baku untuk baterai kendaraan listrik seperti nikel, colbat dan mangan dalam jumlah besar.

Atas dasar itu, kehadiran pabrik bahan baku di Morowali diharapkan dapat menjadi bagian dari mata rantai produksi baterai kendaraan listrik global.

"Kita punya sehingga kami berpikir kenapa kita tidak buat saja mengingat 40% hingga 60% dari harga mobl listrik ialah harga baterainya. Kami sekarang mau jadi bagian dari global supply chain, kalau kita belum bisa semuanya satu utuh mobil, kita bikin baterainnya," ujarnya di Jakarta, Senin (14/1/2018).

Ridwan menuturkan, PT QMB New Energy Materials yang merupakan investor China di negerinya telah memproduksi baterai kendaraan listrik sehingga optimis dapat membuat hal yang sama di Indonesia.

Dia menyebutkan, inisiatif pembangunan pabrik berasal dari investor sementara pemerintah bersifat mendorong pabrik tersebut bisa memproduksi baterai listrik.

Pemerintah memiliki target pada 2025, terdapat 20% dari total produksi kendaraan di Indonesia adalah yang berbasis elektrik. "Yang pasti di China dia sudah buat, kalau bisa di China dia pasti bisa bikin di sini," paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
morowali, Baterai Lithium-Ion

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top