Mobil Toyota Naik Harga, Ini Penyebabnya

Memasuki periode awal tahun, PT Toyota Astra Motor melakukan penyesuaian harga jual kendaraan karena faktor biaya Bea Balik Nama (BBN) dan beban produksi. Besaran kenaikan harga di bawah Rp5 juta untuk hampir semua model kendaraan yang dipasarkan.
Thomas Mola | 10 Januari 2019 16:30 WIB
Model berpose di dekat mobil Toyota All New Camry 2019, saat peluncurannya di Jakarta, Selasa (8/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--Memasuki periode awal tahun, PT Toyota Astra Motor melakukan penyesuaian harga jual kendaraan karena faktor biaya Bea Balik Nama (BBN) dan beban produksi. Besaran kenaikan harga di bawah Rp5 juta untuk hampir semua model kendaraan yang dipasarkan.

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, setiap awal tahun Toyota mengkaji kembali harga kendaraan yang hendak dijual. Pada tahun ini, terjadi perubahan harga dengan berbagai faktor penyebab di mana faktor utama ialah BBN.

"Berdasarkan data sebelumnya, perubahan biasanya masih di bawah Rp5 juta, kecuali ada faktor yang signifikan," tulisnya kepada Bisnis, Kamis (10/1/2019).

Soerjo menjelaskan, karena faktor BBN, penyesuaian harga terjadi hampir pada semua model kendaraan Toyota. Perubahan bisa saja berada di atas Rp5 juta jika terjadi perubahan signifikan pada model kendaraan yang dipasarkan.

Salah satu perubahan signifikan misalnya pada model all new Camry yang baru-baru ini diperkenalkan ke pasar nasional. Model sedan mewah itu dipasarkan mulai dari Rp613,35 juta untuk varian terendah dan Rp806,6 juta untuk varian termahal. Harga itu terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan model Camry generasi sebelumnya.

Toyota juga dalam waktu dekat akan memperkenalkan Grand New Avanza yang merupakan pembaruan dari model Avanza sebelumnya. Sepanjang tahun ini, Toyota berencana menghadirkan enam model baru kendaraan.

Adapun, Toyota merupakan salah satu produsen otomotif yang memiliki lini produk yang lengkap di Tanah Air. Tahun 2018, Toyota mengklaim menguasai 31% pangsa pasar otomotif nasional yang berada pada kisaran 1,1 juta unit.

Terpisah, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra juga mengatakan Daihatsu melakukan penyesuaian harga. Namun, dia tidak menyebut besaran perubahan harga juga kendaraan Daihatsu. “Ada [penyesuaian harga]. Bisa dicek melalui laman resmi Daihatsu,” paparnya.

Amelia mengklaim pada 2018, Daihatsu meraih pangsa pasar sebesar 17,4% dari total pasar otomotif nasional. Daihatsu, paparnya, konsisten mempertahankan posisi kedua dari sisi pangsa pasar sejak 10 tahun lalu.

Adapun, tahun lalu Daihatsu menargetkan dapat memasarkan kendaraan sebanyak 190.000 unit. Selama periode Januari-November 2018, Daihatsu tercatat telah mengirimkan kendaraan ke diler (wholesales) sebanyak 178.566 unit atau setara dengan 17,1% dari total pasar otomotif yang sebanyak 1,04 juta unit.

Kontribusi penjualan Daihatsu paling besar berasal dari model KBH2 melalui Sigra dan Ayla. Penyumbang penjualan Daihatsu selanjutnya berasal dari model pikap Grand Max, Xenia dan Terios.

Tag : Toyota Camry
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top