Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ford dan Pekerja Jerman Bahas PHK di Pabrik Saarlouis

Ford mengatakan pada Senin (10/12/2018) bahwa mereka telah memulai negosiasi dengan perwakilan pekerja Jerman tentang potensi PHK di pabrik Saarlouisnya menyusul keputusan untuk menghentikan produksi model Ford C-Max.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 10 Desember 2018  |  23:55 WIB
Logo Ford di New York Auto Show di Manhattan New York City, New York, AS, 29 Maret 2018.  - REUTERS
Logo Ford di New York Auto Show di Manhattan New York City, New York, AS, 29 Maret 2018. - REUTERS

Bisnis.com, FRANKFURT - Ford mengatakan pada Senin (10/12/2018) bahwa mereka telah memulai negosiasi dengan perwakilan pekerja Jerman tentang potensi PHK di pabrik Saarlouisnya menyusul keputusan untuk menghentikan produksi model Ford C-Max.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa kami memasuki negosiasi formal dengan Dewan Pekerjaan kami dengan tujuan mengakhiri produksi C-Max / Grand C-Max di Saarlouis," kata Ford dalam sebuah pernyataan.

"Karena kami terus mencocokkan produksi dengan permintaan konsumen, proses konsultasi juga akan mencakup penyesuaian yang diperlukan untuk tenaga kerja di Saarlouis."

Saarlouis mempekerjakan lebih dari 6.190 staf, tetapi segmen van menyusut dan aturan emisi ketat memerlukan investasi mahal.

"Menjaga kendaraan sesuai dengan semua kewajiban pengaturan akan membutuhkan tingkat investasi yang sangat tinggi untuk model ini," kata Ford.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ford motor company

Sumber : Reuters

Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top