BI7DRR Naik, Indef Bilang Pasar Mobil Akan Tertekan

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai penaikan suku bunga acuan Bank Indonesia 25 basis poin menjadi 6% akan menekan pasar otomotif.
Yudi Supriyanto | 20 November 2018 23:30 WIB
Mobil baru Honda dipajang di diler Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Selatan, Selasa (31/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai penaikan suku bunga acuan Bank Indonesia 25 basis poin menjadi 6% akan menekan pasar otomotif.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudistira Adhinegara mengungkapkan bahwa perusahaan pembiayaan bisa lebih sensitif terhadap reaksi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Menurutnya, kenaikan suku bunga kredit atau pembiayaan akan naik di kisaran 2 pekan sampai 1 bulan setelah kenaikan suku bungan acuan BI.

“Perusahaan leasing bisa lebih sensitif dari reaksi kenaikan BI7DDR terhadap bunga kredit bank. Lag-nya pada kisaran 2 minggu—1 bulan,” katanya.

Dia menambahkan, kenaikan suku bunga akan berpengaruh ke konsumen karena mereka akan menahan diri untuk membeli kendaraan bermotor baru. Oleh karena itu, penjualan kendaraan terancam turun atau setidaknya tumbuh lambat pada 2019.

Dalam data Gaikindo, lanjutnya penjualan kendaraan di dalam negeri didukung oleh penjualan kendaraan niaga lantaran harga batu bara mengalami kenaikan. Sedangkan tipe mobil pribadi cenderung lesu.

Menurutnya, kenaikan suku bunga leasing bisa diatasi oleh harga komoditas sehingga segmen kendaraan niaga masih bisa tumbuh selama harg batu bara dan komoditas tambang solid.

Tag : kredit mobil
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top