Gaikindo: Kami Dukung Mandatori B20, Asalkan....

Gaikindo menyetujui mandatori penggunaan biodiesel B20 asalkan cocok dengan spesifikasi mesin dan tidak menimbulkan kerusakan di kemudian hari.
Pandu Gumilar | 21 Juli 2018 01:12 WIB
Ilustrasi biodiesel - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyetujui mandatori penggunaan biodiesel B20 asalkan cocok dengan spesifikasi mesin dan tidak menimbulkan kerusakan di kemudian hari.

Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi mengatakan apa pun yang dimandatkan oleh pemerintah, asosiasinya akan mengikuti selama hal tersebut sejalan dengan spesifikasi mesin kendaraan.

"Ibaratnya ada orang dari Jepang atau Jerman datang. Lalu kita suguhi dengan air kotor, apakah mereka tidak akan sakit perut?" ungkapnya pada diskusi Meningkatkan Konsumsi Domestik Untuk Penghematan Devisa di Jakarta pada Jumat (20/7/2018).

Yohannes mengungkapkan berdasarkan riset yang dia lakukan masih ada praktik-praktik mencampur solar dengan biodiesel tapi tidak sesuai standar. Pada beberapa SPBU, kandungan biodiesel pada biosolar bahkan kurang dari 20% yakni 19% atau 19,5%.

Adapun saat ini spesifikasi mesin masih menggunakan euro-2 dan dapat mentolerir campuran yang tidak sesuai standar. Namun Yohannes mengungkapkan ketika nanti kebijakan mesin euro-4 mulai diterapkan pada 2021 hal tersebut tidak bisa dilakukan.

Menurut Yohannes mesin euro-4 jauh lebih sensitif. Sedikit saja tidak sesuai akan berakibat pada kematian mesin. Jadi sebelum mandatori tersebut dijalankam dengan serius perlu ada serangkaian uji coba untuk memastikan akibat penggunaan biodiesel terhadap kendaraan.

"Beberapa merek punya permintaan uji coba masing-masing. Ada yang menginginkan road test 200.000 km sampai dengan 1 juta km. Saya apa pun mandatorinya pasti akan menjalankan, tapi kalau tidak sesuai dengan mesin, bisa mati," tuturnya.

Tag : gaikindo, biodiesel
Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top