Pasar Berjalan Berat, Honda Sesuaikan Pasokan BR-V

PT Honda Prospect Motor (HPM) tengah menyesuaikan pasokan low sport utility vehicle (LSUV) BR-V. Sepanjang kuartal I/2018 penjualan pabrik ke diler turun 76,63% menjadi 1.013 unit.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 02 Mei 2018  |  23:20 WIB
Pasar Berjalan Berat, Honda Sesuaikan Pasokan BR-V
Honda BR-V. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) tengah menyesuaikan pasokan low sport utility vehicle (LSUV) BR-V. Sepanjang kuartal I/2018 penjualan pabrik ke diler turun 76,63% menjadi 1.013 unit.

“Kami lihat pasar masih berjalan berat. Masih jalan di tempat. Tetapi penjualan BR-V di Indonesia jalan terus,” kata Marketing and After Sales Service HPM Jonfis Fandy kepada Bisnis, Rabu (2/5/2018).

Pasar BR-V tahun ini memang tergolong berat. Selain penyegaran Toyota Rush yang mulai dipasarkan pada awal tahun ini, serbuan mobil di kelas mobil kecil serbaguna (LMPV) juga akan memberikan dampak negatif. Pasalnya rentang harganya bersentuhan dengan LSUV.

Adapun pernyataan Jonfis sekaligus menguatkan kabar yang beredar soal niat HPM menggantikan BR-V di segmen LSUV. Pasalnya di India, setelah meluncurkan All New Amaze, Honda akan memproduksi satu model LSUV baru yang memiliki platform serupa dengan mobil tersebut.

Mengutip Autocar, basis Amaze akan digunakan untuk LSUV berkubikasi mesin 1.2 L dan 1.5 L. Kedua mobil itu akan menggantikan BR-V di India.

Jonfis mengatakan setiap negara memiliki kebijakan yang berbeda. Strategi di negara lain belum tentu akan ditiru mentah-mentah oleh Indonesia.

Selain itu pasar India dan Indonesia, meskipun terkesan serupa, tetapi ada sedikit perbedaan. “Mereka [India] lebih banyak menjual diesel. Kalau di sini lebih banyak pakai mesin bensin,” jelas Jonfis.

Selain itu, menurut Jonfis, tren positif penjualan pabrik ke diler BR-V pada tahun-tahun sebelumnya juga disebabkan oleh masifnya penambahan diler di seluruh Indonesia. Pada tahun lalu saja, tercatat ada sekitar 20 gerai 3S (penjualan, servis, dan suku cadang) di kota-kota besar dan kurang lebih 30 di kota satelit.

“Penambahan diler itu otomatis juga menambah wholesales [penjualan pabrik ke diler] perusahaan,” katanya.

Kendati performa BR-V turun drastis, HPM memprediksi menutup tahun ini dengan capaian serupa dengan tahun lalu. Perusahaan akan melakukan penyesuaian terhadap model lain, di antaranya CR-V dan juga Brio. “Targetnya tahun ini masih di kisaran 180.000 unit,” kata Jonfis.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), sepanjang 2017 penjualan pabrik ke diler 186.859 unit. Angka tersebut membuat HPM menguasai 18,29% pangsa pasar kendaraan bermotor roda empat dan lebih.

BR-V pada tahun itu menyumbang 11,74% terhadap capaian perusahaan. Pada periode tersebut LSUV Honda ini turun 43,28%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Honda BR-V

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top